Hey there!

I'm Natasha, the author of this blog. I'm also a psychology student who is working hard to be a novelist. I like thinking deeply mainly about life. I'm not a wise person, I'm simply just a girl who wants inspire the world through my writing.

Hope you enjoy every single of my posts.

Lots of love!
Natasha

PS : Feel free to comment on my posts, I will definitely reply to your comment!


BLOG READERS SURVEY
Please kindly do this survey, it will only take a little of your time! :)

25 June 2016

I'm An Introvert, So What?

Gue merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Kakak perempuan gue berbeda enam tahun dengan gue, jadi kami memang terpaut usia yang lumayan jauh. Ketika menceritakan masa kecil kakak gue, mama gue begitu semangat. Yeah, kakak gue termasuk anak bandel yang suka bikin ulah semasa kecil. Namun, giliran menceritakan masa kecil gue, mama gue seakan gak bisa mengingat satu pun. Bukan karena dia pilih kasih atau meng-anak-tiri-kan gue. Masalahnya cuman satu. Gue anak yang sangat diem. Mama gue selalu cerita kalau kerjaan gue hanya ngumpet di belakang pintu kamar, doing nothing. Kalau punya mainan, katanya gue akan semakin diam. Tidak hanya orangtua gue, tetapi semua saudara juga mengakui kalau gue ini pendiam bahkan sempat disangka bisu :') 


Well, mungkin gue terkena dampak self-fulfilling prophecy (you can googling to know what it means). Mama gue selalu men-cap gue sebagai pendiam dan voila... jadilah gue seperti sekarang. Natasha yang diam, menghindari keramaian, dan pemalu. I can't deny that fact. I like to speak on my mind rather than speak out loud from my mouth. Menginjak masa remaja, masa mencari identitas diri, gue bertanya-tanya kepada diri gue sendiri, "Mengapa gue suka menghabiskan waktu sendiri?".  Hobi gue kebetulan adalah membaca, menulis, mendengarkan lagu, dan yeah menonton film. Means, gue harus melakukan itu semua sendirian tanpa ada kehadiran orang lain di sekeliling gue. Kebetulan gue juga orang yang gampang kepecah konsentrasinya.


Waktu SD, gue inget pernah nanya ke temen gue begini, "Eh, gue ini termasuk gaul gak sih?". Yeah, gue bahkan sudah bertanya-tanya apakah gue gaul (yang artinya disukain banyak orang, populer, dan suka lari-larian di sekolah). Melihat teman-teman gue bisa mengobrol dengan asyiknya antar satu sama lain membuat gue meragukan kemampuan sosialisasi gue. Mengapa gue gak bisa seheboh mereka? Ada kalanya memang gue mencoba untuk melawan jati diri gue itu dengan SKSD sama satu penghuni sekolah, gue mencari sensasi sana-sini, gue punya gaya khas untuk menjadi trendsetter, yeah tapi jati diri gue itu tidak bertahan lama. Gue ingin menjadi seperti teman-teman gue yang ramah dan cerewet, itu karena gue merasa menjadi pendiam means gue anak culun, terkucilkan, dan gak populer. Thanks to film-film barat maupun lokal yang mengajarkan anak muda bahwa menjadi culun itu suatu kenajisan.


Menginjak SMP, ketika gue mengenal pelajaran "Character Formation" yang merupakan semacam kelas budi pekerti berbasis Psikologi, gue menjadi tertariklah di bidang Psikologi. Gue tertarik mengetahui diri gue. Gue suka banget ikut tes kepribadian, tes IQ, dan tes apapun yang bisa menunjukkan siapa diri gue ini. Awalnya, mungkin gue penasaran banget karena gue masih remaja. Tetapi, gue juga yakin, memang gue punya sifat ingin-tahu yang tinggi akan diri gue sendiri. That's why salah satu kecerdasan yang menonjol dalam diri gue adalah intrapersonal, kemampuan untuk memahami diri sendiri. Sampai sekarang pun gue tak lelahnya membaca berbagai hal yang bisa mengetahui kepribadian orang, terutama memahami diri gue. 

Yeah, sejak SMA hingga sekarang... gue sadar bahwa gue ini tidak aneh. Gue tidak berbeda dari teman-teman gue. Jawabannya sederhana. Gue hanyalah seorang introvert. 90% introvert to be honest. Orang seringkali salah mengira introvert sebagai orang anti sosial yang membenci orang lain, yang ingin hidup sendirian. Well, no. Gue juga gak bisa bayangin hidup tanpa teman, keluarga, dan kekasih (di masa depan). Toh kaum introvert juga manusia yang notabene makhluk sosial. Kami juga suka banget jalan-jalan, tapi bertemu orang, pergi ke pesta, melakukan aktivitas yang membutuhkan komunikasi membuat kita sangat capek. 

Lalu seperti apakah orang introvert?
Jawabannya sederhana.

Introvert hanya butuh waktu sendirian untuk mengembalikan energi kami. Seperti layaknya handphone yang butuh dicharge, kami para introvert juga perlu dicharge dengan menghabiskan waktu melakukan apapun yang kita sukai. Sebaliknya, kaum extrovert (yang merasa lebih superior karena mereka lebih cerewet) mengembalikan energi dengan bercengkrama dengan orang lain! That's it.

Sebetulnya, introvert-extrovert itu sifatnya kontinum. Ada orang yang lebih dominan di introvert ada yang extrovert. Ada juga orang yang ditengah-tengah (ambivert). Yang ideal tentulah ambivert, ketika kita bisa balance sisi introvert dan extrovert kita. Namun, kebanyakan orang akan tetap condong ke salah satu tipe.



Sebagai introvert, gue menyadari beberapa hal dalam diri gue :

  • Butuh waktu sendirian setelah menghabiskan waktu dengan banyak orang
  • Gue sangat anti terhadap pesta. Mau pesta ulang tahun, pernikahan, kematian, dll. Pesta berarti harus berinteraksi dengan banyak orang, which is suatu hal yang melelahkan buat gue
  • Gue bener-bener kepikiran jika punya janji untuk pergi dengan orang lain, meski dengan teman dekat sekalipun. Pikiran gue selalu sama. "Gak sabar untuk segera mengakhiri acara dan pulang ke rumah"
  • Gue selalu berpikir bahkan susah banget untuk memejamkan mata karena gue juga terus berpikir sebelum tidur
  • Gue merasa canggung saat harus berbasa-basi dengan orang lain (ex : Apa kabar? Udah makan? dll) 
  • Melihat jadwal gue yang janji dengan orang lain membuat gue gusar. Itu berarti gue harus bersosialisasi, pergi ke suatu tempat yang gak ada gambaran di otak gue, dan mencoba membaur dengan orang lain. That's why, I don't like being in an organisation such thing.
  • It's true, gue jarangggg banget kontak mata saat berbicara dengan orang lain (sebenarnya karena saya juga kebetulan shy introvert)
  • Gue sangat suka membuat geng kecil dengan teman-teman dekat yang isinya cuman 3-5 orang. Gue sadar perilaku gue berbeda sekali saat berada di kelompok kecil vs kelompok besar.
  • Gue lebih suka berbicara lewat tulisan. Thanks to technology, gue bisa bebas menjadi diri sendiri melalui chat! O yeah! Gue juga paling benci disuruh angkat telepon dari orang yang gak gue kenal :')
  • Gue tidak kuat berada di keramaian apapun itu jenisnya. Mall yang rame pun akan langsung membuat gue bad mood.
  • Gue selalu punya kegiatan untuk dilakukan! Menonton acara TV, film, baca buku, menulis novel, membaca artikel, dengerin lagu, well... you can say I rarely get bored

Well, itu beberapa hal yang menjadi ciri gue sebagai introvert. Sebetulnya masih banyak hal sih, tapi gak mungkin juga bisa gue paparin di sini semua. 

Intinya adalah menjadi introvert sering banget dipandang sebelah mata oleh masyarakat. It's like being an introvert is a mental illness you know. 

If you're also an introvert, don't ever be ashamed of it! Be proud instead because without us, no one wants to hear extroverts never-ending story. We tend to think first than speak so we actually minimise conflicts. We actually can balance our social life and private life quite well. But still, we're lacking in some aspects too. Be friends with extroverts to be better person. Hehehe

So, do you mind now if you're an introvert? 

I am proud and will never trade my personality to an extrovert hihihi!

Love
Natasha 

PS : Moreover, I am an INFJ (used to be ISFJ but somehow get changed... and I kind of agree that I am both intuition and sensing person) 







29 February 2016

Becoming a Person

Hari ini gue belajar sesuatu yang menarik dari salah satu mata kuliah favorit gue juga, Teori Kepribadian. Jadi, hari ini gue belajar aliran Humanistik yang memandang manusia itu sebagai individu yang berbeda-beda, kita semua ini unik.
Nah, ada satu tokoh humanistik bernama Carl Rogers yang punya teori bahwa manusia berhasil fully-functioning atau mencapai self-actualization jika self-concept dan ideal-self mereka itu kongruen (congruent) --> tidak berbeda terlalu jauh.
Okay, bagi kalian yang tidak lumrah dengan istilah psikologi di atas, tenang saja. Gue akan bantu menjelaskan.

Fully-functioning : Manusia sadar apa yang harus ia lakukan di dalam hidup ini, ia mau jadi apa ke depannya, dsb 
Self-actualization (aktualisasi diri) itu singkat kata adalah kondisi ketika manusia berhasil mewujudkan segala potensi yang ada di dalam dirinya 
Self-concept (konsep diri) : bagaimana individu memandang dirinya sendiri sesuai dengan kenyataan yang ada (how we see ourselves)
Ideal-self : Jati diri yang ideal bagi individu, jati diri yang diinginkan sang individu (what we would like to be)
Persona : Bagaimana kita menunjukkan diri kita kepada dunia luar (topeng)

source : 
http://www.simplypsychology.org/self-concept.html
http://psychology.about.com/od/personalitydevelopment/tp/archetypes.htm

Nah, sekarang setelah udah tahu apa aja nih istilah-istilah tersebut, gue semacam punya keinginan untuk refleksi pribadi sendiri. Gue sendiri sebenernya mengerti diri gue sendiri gak sih? Dan apa sih yang gue inginkan sebetulnya dalam hidup ini? Well yeah memang terdengar terlalu "berat", tapi ini penting. Orang yang sehat secara mental adalah orang yang jarak antara self-concept dan ideal-self nya tidak terlalu jauh. 

Bayangin kalo gue cuman cewek biasa, dari negara berkembang, dengan wajah pas-pasan, lantas gue menginginkan jadi kekasih Liam Payne (One of the One Direction members if you don't know) yang tinggal jauh di Inggris sana dengan popularitas yang begitu besar? Apa jadinya gue nanti? Yep gue bisa kena gangguan mental karena berdelusi menjadi pacar Liam Payne. Gue bisa yang orang kebanyakan sebut "gila" (althoguh as a psychology student I can't no longer use the term of "Gila", forgive me for being arrogant).

Bagaimana dengan kalian? Apa kalian udah aware dengan diri kalian seperti apa dan seperti apa sih jati diri yang ideal bagi kalian?

I'll try mine.

Gue sendiri selalu menganggap diri gue ini punya potensi terbesar dalam bidang linguistik. Gue lebih percaya diri dengan kemampuan berbahasa daripada psikologi gue... hhmm memang terdengar aneh mengingat gue ngambil kuliah psikologi. Tapi, ingat di post gue sebelumnya... terkadang apa yang lo pilih memang bukan yang benar-benar 100% cintai kan? Ada hal-hal lain yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan. Gue sadar ini ketika kemarin gue ngerjain tugas, gue malah ngecekin tata bahasa teman-teman gue yang di mata gue tuh amburadul-nya parah banget. Bukannya melihat konten makalah, gue malah sibuk yah itu betulin EYD. See???

Gue yakin gue bisa jadi penulis suatu saat nanti which is why that's my ideal-self. I would like to be a successful novelist someday. Minimal kalo versi Indonesia itu si Andrea Hirata atau Dewi Lestari atau versi internasional semacam Meg Cabot? Sophie Kinsella? Cecelia Ahern? Jodi Picoult? wkwkwkw. Seriously, I would do anything to be a novelist.

Hanya saja, gue sadar bahwa untuk mengaktualisasi diri itu tidak gampang. Gue udah sadar gue mampu jadi penulis, dan gue memang mau kok jadi penulis terkenal suatu saat, tapi gue tetaplah Natasha yang punya kelemahan. Pertama, tak hentinya gue mengatakan gue ini pemalu. Lucunya, persona (bisa lihat artinya di atas) gue adalah sebaliknya. Gue berusaha terlihat percaya diri di depan orang lain, tapi sebetulnya gue sangat takut harus berhadapan sama orang. Gue selalu mencoba melawan jati diri gue sesungguhnya karena tidakkah terlihat ganjil orang dewasa bersikap malu-malu?

Selain itu, gue ini orang yang cukup pesimis. Gue seringkali mikir gue bakal messed up, gue bakal fail, gue melakukan bad performance sebelum gue sendiri mencobanya. Tidakkah sifat gue ini menghambat gue banget untuk menerbitkan buku? 
TERAKHIR, ini juga crucial  banget. Gue orang yang memberikan hasil maksimal. Gue bisa gini sepertinya karena bentukan dari sekolah SD-SMA di sekolah yang disiplin dan menuntut standar yang tinggi banget. Alhasi, beginilah Natasha. Gue bukan orang yang suka bekerja ala kadarnya. Gue gak mau membuat karya yang biasa, klise, dan mudah ditebak jalan ceritanya. Gue ingin membuat karya yang spektakuler. And buat membuat karya masterpiece itu tidak mudah, gais. Butuh waktu yang sangat pannnnnjjjjaaanngggg. Hiks.

Well, jadi beginilah diri gue. Sebetulnya masih ada banyak hal yang pengen gue bahas, tetapi jadinya gue  bisa bikin mini novel kalo dilanjutin. So I guess I'm done right now.

Don't forget to reflect your self-concept and ideal-self! Remember to keep it close. Don't dream something you know you can't achieve :) And don't underestimate what you're capable of! 
It's hard and rare to be self-actualized but it's still possible. Never give up to be truly who you are!

Love
Natasha, your future psychologist 

PS : UTS sudah dekat! Tugas menumpuk! I think I'm gonna lose my mind!






21 January 2016

Pemikiran Di Malam Hari

Ditengah lagi ngerjain tugas kuliah, pasti selalu pikiran ini tidak pernah fokus dan lari kemana-mana. Ujung-ujungnya malah bengong dan merenungkan tentang hidup gue. Beginilah secara singkat pemikiran gue di malam hari ini :

Gue menyadari bahwa bertumbuh dewasa itu menyeramkan. Lo dituntut untuk keluar dari zona nyaman lo, lo harus belajar melawan rasa takut dan kecemasan dalam hidup lo, lo dipaksa untuk jadi orang yang mandiri dan bisa menentukan sendiri pilihan dalam hidup lo ini. 

They say, life is too short to make stupid mistakes.

Menjadi dewasa berarti lo harus menerima hal-hal yang gak sejalan dengan pandangan lo. Kenapa? karena lo sadar bahwa gak segala yang lo inginkan bisa lo dapatkan. Lo bahkan harus melakukan hal yang gak lo inginkan karena keadaan menuntut lo demikian. Contoh? Menikahi orang yang gak benar-benar lo cintai demi mendapatkan status dan kenyamanan. Siapa yang mau hidup tanpa arah di dunia ini? Sekali lo mendapat suami yang mapan dan bisa menghidup lo, dan ia mau sama elo, perempuan mana yang gak mau? Sekalipun lo gak benar-benar menyukainya secara individu.

Yang menyedihkan lagi adalah menjadi dewasa itu berhenti mengidamkan hal-hal mustahil yang lo inginkan saat kecil. Semakin bertambah usia, semakin lo dihadapkan dengan kehidupan nyata. Membangun keluarga sendiri, membeli rumah, mobil, dan segala kebutuhan hidup lo sendiri. Mungkin kalian tahu betapa minim-nya gaji seorang pegawai baru, bagaimana dengan gaji minim itu kita bisa membeli rumah yang harganya sudah gak ngotak lagi?
Kreativitas. Yeah, orang dewasa dituntut untuk kreatif dengan hidupnya. Orang dewasa harus punya soft skills yang akan sangat berguna buat hidup ini!

Mengapa gue tidak kuliah sastra aja? atau creative writing karena gue sangat suka banget menulis fiksi? Mengapa gue memilih psikologi, yang sempat gue ragukan, tetapi akhirnya memilih untuk tetap keukeh mempertahankannya? Karena selalu semua jawaban orang sama.
Lo kuliah sastra mau jadi apa?
Memang yah psikologi juga termasuk cabang ilmu yang agak kurang lazim di masyarakat, tetapi setidaknya lo masih bisa jadi karyawan HRD di kantor. 

Lihat? Menjadi dewasa itu berat. Lo harus bisa menempatkan diri lo dengan baik di dalam suatu situasi. Anak kecil bisa ngambek gitu aja bilang mau pulang ketika berada di acara keluarga yang penting. Bagaimana ketika lo udah besar? Apakah masih lucu lo nangis ke mama minta pulang aja daripada di acara penting? Lo harus bisa menahan diri untuk menjalaninya, meski lo ngantuk kek, laper kek, sakit kek, orang lain gak peduli. Lo dituntut untuk menjadi profesional dalam menjalankan peran lo.

Di satu sisi, bertumbuh dewasa juga menyenangkan. Gue bisa pergi jalan-jalan sendiri, membeli barang-barang yang gue sukai dengan bertanggung-jawab, gue bisa memilih jalan hidup gue sendiri yang gue inginkan, dan gue bisa lebih percaya diri berinteraksi dengan orang-orang dewasa lainnya juga. Gue tidak lagi si anak kecil yang diremehkan statusnya.

Tapi, apakah menjadi dewasa itu hanya sebatas bisa minum di bar tanpa diminta KTP? Bisa menonton film dewasa? Itu pemikiran anak kecil. 

They say, age is just a number and I do really agree.

A 40 years old can be really stubborn and clueless about his life, but a 15 years old can be really thoughtful and hard-working. It's up to you, cause adults can decide whatever they want to be! When you messed up, you have to take every consequences of your bad behaviour. 

In the end, I want to emphasize that being grown up is hard. Lo harus mengenal banget diri lo sendiri itu kayak apa, baru bisa menapaki hidup yang penuh lika-liku ini. Memang sebagai manusia kita gak bisa menjadi sempurna, tetapi kita dituntut untuk menjadi yang terbaik sebaik mungkin yang lo bisa lakukan. 

Menjadi dewasa itu suatu keharusan karena agar dapat bertahan hidup, perlu adaptasi di setiap lingkungan. Hidup kita ini berjalan tidak pasti, jadi harus punya mental yang kuat untuk menghadapi perubahan dan hal-hal yang tidak diduga. Tetapi, menjadi dewasa itu juga sebuah pilihan. Seperti yang udah gue sampaikan, orang tua belum tentu punya pemikiran dewasa, dan gak semua anak remaja itu "bocah". Lo harus memilih... akankah lo keluar dari zona nyaman? atau berani untuk melangkah maju?

Hanya kalian sendiri yang tahu jawabannya.

Selamat malam!

Love
Natasha

PS : Minggu pertama kuliah, tugas udah numpuk saja... *nangis di sudut ruangan*





31 December 2015

2015 : The Year That Change My Life

Sebelumnya, gue mau review dulu New Year's resolutions yang gue buat di awal tahun. Berikut adalah daftarnya :

  1. Membaca alkitab setidaknya selesai membaca 10 kitab.
  2. Menabung lebih rajin lagi untuk masa depan
  3. Lulus semua ujian dengan nilai yang gemilang
  4. Bertahan di kehidupan perguruan tinggi :')
  5. Ketemu sama temen-temen baik di kuliah nanti
  6. Ketemu gebetan baru? Haha...
  7. Menyelesaikan buku kedua
  8. Merevisi akhir buku pertama dan mungkin tahun ini akan dikirim ke penerbit :')
  9. Bisa pergi ke London 
  10. Tidak pingsan saat nanti ketemu Liam! WOOWW
  11. Belajar menjadi orang yang tidak lebay terhadap penyakit 
  12. Menurunkan sedikit berat badan 
  13. Membaca buku lebih banyak dan mengurangi streaming film
  14. Tidak takut pas ngeliat anak menderita autisme atau orang-orang gangguan mental since I wanted to be clinical psychologist
  15. Belajar lebih terbuka dengan orang lain, lebih fleksibel, dan lebih ramah deh pokoknya...

Oke jadi gue dengan bangga mencentang poin nomor 1,2,3,4,5,10,11,14,15! Sisanya? Uhm, gue belum ketemu gebetan baru, gue juga gak selesain novel gue semuanya *hiks*, gue juga gak jadi ke London (BUT HOPEFULLY NEXT YEAR I WILL GO THERE), plus berat gue malah nambah *sight*. Namun, gue cukup bangga yah achieve so many things on this year!!! Perjanjian baru gue udah kelar, udah punya ATM juga, UN dan US gue amazing hasilnya, IP gue di semester ini juga bagus, gue juga gak pingsan pas konser 1D, dan udah baca cukup banyak dibanding tahun sebelumnya. Hehehehe. I deserve an award :)

Post ini mungkin akan sangat membosankan, tetapi ya sudahlah. Gue akan mencoba menjabarkan hal apa saja yang terjadi dengan hidup gue di tahun 2015. Highlight dari kehidupan gue di tahun 2015 ini.

January
Gue mengawali tahun dengan pergi ke Bogor. Gue inget, malam tahun baru tuh gue nginep di rumah sepupu gue, dan yeah gitu deh agak terpaksa. Januari... ulang tahun my Mum. And then, gue mengikuti acara pensi sekolah yang terakhir sebagai siswa SMA. Sedih banget. But, nothing really special to me that month. 

February
Gue ujian praktek. Ngerasain juga akhirnya sistem sekolah yang jadwalnya loncat-loncat gitu ala anak kuliahan. Ditambah lagi, gue paling takut dengan ujian praktek. Gue merasa lega bukan main setelah melewati ujian praktek OR (dimana salah satunya harus senam lantai which is my phobia). Oh yeah, on Valentine's Day, I gave letter to my crush. Oh God, pokoknya gue kewalahan banget de bulan ini karena ujian praktek yang gue benci benci sangat. Belum lagi Try Out yang gak pernah habis Merepotkan. Oh yeah, gue sakit parah bulan ini. 

March
Seinget gue sih gue ujian sekolah. Somehow gue merasa unprepared banget dengan US, tapi yaudahlah toh gue lulus pada akhirnya (?). Bulan ini menjadi sangat berarti buat gue karena gue... KETEMU CALON SUAMI UNTUK PERTAMA KALINYA. Far away banget sih dari tempat gue duduk, cuman buat gue udah cukup banget denger mereka nyanyi di telinga gue secara live. Sedih gue bahkan gabisa liat layar dan ngeliat wajah mereka close-up :( But, still unforgettable night for me. Gue sampe gak percaya tau gak sih itu beneran terjadi di kehidupan gue...

April
Oh yeah, gue melewati yang namanya UN! Gue harus akui, soal UN tuh gak segampang waktu gue SD-SMP. Gue bener-bener nguras otak gue waktu ngerjain dan sempet hampir putus asa karena gak bisa ngerjain. Takut gak lulus gitu deh, biasa syndrome anak mau lulus. Yang sedih April adalah bulan terakhir gue jadi anak SMA :( oh yeah gue juga foto yearbook gitu deh, sumpah bad mood banget soalnya ujan dan tempatnya jaaaauuuhh banget :((

May
Another challenging month. Di bulan ini, akhirnya hal yang gue tunggu-tunggu selama setengah tahun lebih akhirnya terjadi juga. Gue pergi jalan-jalan (untuk pertama kalinya) sendiri tanpa mama dan cici, sama teman-temen pula! Yeah walau cuman ke Singapore, tapi gue seneng banget dapet pengalaman baru. Ternyata, gue cukup mandiri juga :)) Di bulan Mei, gue juga mendapat kabar bahwa gue telah resmi lulus dari SMA! 12 years slave in Penabur, finally! Sedih banget harus melepaskan sekolah ketika gue udah terbiasa banget dengan kehidupan sekolah yang super ketat, tapi gue sadar life must go on. OHIYA! My niece was born on this month! Welcome to the world, Princess Charlotte :))

June
Di awal bulan, ada prom night. Bisa dibilang malam terakhir kita ketemu sebagai satu angkatan. Gue mengenakan dress yang gue suka dan bahkan  lebih bagus daripada baju seventeen (?). And then, tiba-tiba temen segeng gue merencanakan trip lagi ke... Malang which is my second hometown. Gue juga seneng banget karena pergi dengan tiga temen tambahan. Perjalanan itu lagi-lagi membuat gue jadi anak mandiri, gue masih amaze dengan Gunung Bromo yang kerennya bikin gue merinding, plus gue jadi menyanyangi kota kelahiran gue lebih lagi. 

July
Di bulan Juli, gue mencoba untuk menurunkan berat badan gue dengan olahraga tiga kali seminggu. Makanan pun juga gue mengontrol secara ketat. Hasilnya turun 2 kilo dalam sebulan, tapi yah gitu deh cuman sebulan bertahan... hahaha. My favorite month of the year. My eighteenth birthday yang jatuh di tanggal merah Idul Fitri :(( Di bulan Juli, gue juga kehilangan mbak gue yang udah 6 tahun kerja di rumah. Dari gue masuk SMP sampe gue lulus SMA... sesuatu banget rasanya kehilangan dia :'(( 

August
Definitely bulan yang membuat gue kewalahan. Dari yang masih anak SMA, anak sekolahan yang polos tiba-tiba gue dicemplungin ke dunia perkuliahan. I have no idea how my uni life will be, dan gue cemas minta ampun karena gue benci banget sama OSPEK. Gue harus melewati seminggu (kematian). Melalui OSPEK, terutama OSPEK fakultas, gue udah pernah post secara lengkapnya dan yeah that changed my life.
Minggu berikutnya, gue udah masuk kuliah. Gue inget mata kuliah pertama gue adalah Sejarah Pemikiran Tentang Manusia a.k.a SPM. Gue cuman bisa bengong karena shock dengan mata kuliah yang berat banget sampe gue ngira gue bisa jadi gak akan bertahan di kuliah. So, gue menjalani bulan pertama gue kuliah. 

September
Probably, I spent my second month in uni... there's no such highlight event on this month. Singet gue kayaknya UTS pertama yah di kuliah... but it was going fine. Mulai betah gitu deh di kuliah. 

October
Sekali lagi, bulan-bulan gue lagi sibuknya kuliah. Gue mendapat tugas yang sangat menantang diri gue yang kaku dan pemalu, yakni interview senior! Wow that's probably the hardest but the most fun assignment. Gue sekali lagi berubah menjadi orang yang lebih berkembang daripada diri gue yang lama. 

November
November... bulan yang cukup padat juga. Gue sudah beradaptasi dengan kuliah yang ternyata menyenangkan (?). Bisa bobok siang, dan yeah bisa males-malesan. Bisa mix and match baju, tapi kalo lagi desperate rasanya pengen beli toko baju. Di bulan ini, ada yang namanya Acara Tutup Mabim. Jadi, selama satu semester ini gue harus memakai pita ungu (yang menandakan gue masih dalam masa bimbingan karena mahasiswa baru Psikologi) dan di acara ini kita mengakhiri masa bimbingan itu. Gue mencoba pengalaman baru jadi penjaga booth yang sepi :( Terus sedihnya juga berakhir sudah sesi MABIM yang bagi gue pelajaran yang bener-bener membuka diri gue banget. Sedih deh beneran. Gue lalu juga bertemu dengan komunitas baru gue di kuliah, PSYGHT, majalah Psikologi :)


December
Desember adalah bulan terakhir yang gue lalui cukup malas-malasan (?) Separuh bulan gue cuman leye-leye karena libur. Kebetulan UAS anak Psiko tuh cukup santai dibanding temen gue yang akun. Selama seminggu kita udah kelar. Hehehe. Di bulan ini, gue juga melakukan another trip with my bestfriends ke Bandung! Wisata kuliner yang cukup membuat gue merana karena lagi menjalankan puasa daging merah untuk tahun baru:(
Natalan di rumah juga menyenangkan. Can't believe I like social gathering now :')


Di tahun ini, my love story juga goes on. So I confessed my feeling to my crush. Surprisingly, he didn't feel mad at all with me (or maybe he hates me behind my back). I decided to move on because there's no way I can force love. I also met my first love. He studies abroad, so I feel lucky to met him when he came home. But that's it. Again, nothing really special happen to me.

Overall, 2015 adalah tahun yang penuh tantangan buat gue. Lagi-lagi gue harus melangkah maju ke titik kehidupan baru. Masuk kuliah adalah tantangan terbesar gue.

Gue sedih karena sampe sekarang belum juga menemukan temen se-geng baru :( but I believe I will meet them soon. Meski begitu, gak nyangka gue bisa mengukir prestasi di kuliah (?) It's scary to face new start, but it's exciting to learn something I really love. Mengakhiri masa sekolah juga suatu hal yang berat buat gue. Sedih gak bisa kumpul lengkap dengan teman-temanku. Gue memulai revisit keenam novel gue (entah deh sampe kapan gue revisi). Gue kehilangan mbak tersayang yang udah enam tahun bekerja.

Zayn keluar dari 1D, Made In The A.M rilis, mendapatkan satu buah laptop baru yang menjadi kesayanganku sekarang, dan gue juga mendapatkan tas baru yang gue cintai. Gue gembira dengan kabar Princess Charlotte lahir dan LIAM DAN SOPHIE PUTUS (aduh aduh forgive me). Terus sedih banget harus denger juga Louis denger-denger bakal jadi ayah dari seorang anak :(
Parahnya... 1D mengumumkan mereka hiatus selama 2016... hiks hiks

Gue lupa tapi kayaknya tahun ini gue memulai 2 TV show korea, Return of Superman sama 2 Days 1 Night. Gue juga menyukai Big Bang sekarang :( Gue juga suka makan Tom Yum dan Bibimbap.

Gue mendapat satu tahun lagi dari Tuhan... gue harus kehilangan juga kesempatan buat jalan-jalan sama keluarga. Dan melepas filem Hunger Games Trilogy yang udah gue tonton dari 3 SMP. Bye Peeta:'(

In the end, gue mau mengatakan bahwa tahun ini benar-benar dahsyat. Gue cukup bangga bisa menjalani tahun ini dengan lapang dada. Gue boleh berkembang lebih baik lagi, gue semakin mengenal diri gue dan apa yang gue inginkan dalam hidup, dan gue bisa punya pikiran yang lebih dewasa dari sebelumnya. Thanks to my super-duper-amazing experiences in 2015.

Thank you God for another challenging, exciting, and precious year. Lessons are learned.

Thank you for the memories 2015. I seriously love this year!

Love
Natasha

PS : This is my last post in 2015! I hope next year I can post more, since I won't face so many things. Hehehehe
PPS : Merry Christmas 2015 & Happy New Year 2016 people!


BONUS

My Top 10 Songs This Year  (I don't say the songs have to be released in 2015)


  • Lost Star - Adam Levine
  • One Last Time - Ariana Grande
  • Loser - Big Bang
  • Heart - IU
  • Stockholm Syndrome - One Direction
  • Clouds - One Direction
  • Infinity - One Direction
  • Perfect - One Direction
  • Style - Taylor Swift
  • Wildest Dream - Taylor Swift


My Top 10 Movies This Year


  • Avengers 2
  • Cinderella
  • Furious 7
  • Mockingjay Part 2
  • Inside Out
  • Insurgent
  • Minions
  • Mission Impossible 5
  • Pitch Perfect 2
  • Spy

27 December 2015

Made In The A.M Album Review

Well,well... unlike the previous albums, kali ini gue mendengarkan album ini di tahun yang sama dengan mereka meriliskan album baru. Entah mengapa, mungkin gue udah bosen banget dengan playlist gue, jadi begitu artis favorit gue mengeluarkan album baru, segeralah gue secara konstan mendengarkan album mereka dari hari pertama mendapatkan paket dari temanku tersayang, Jenny, orang yang selalu membuat gue konsumerisme dan mengeluarkan uang untuk hal tidak berguna. But, she knows my favorite.

Menurut gue, Made In The A.M (MITAM) merupakan album yang bisa bikin gue menyukai lagu baru One Direction dalam sekejap. Its' weird... karena gue biasanya paling susah banget menyukai hal yang baru, perlu adaptasi yang cukup lama, tapi sekarang gue bisa langsung menemukan lagu favorit di album mereka. Padahal belum sebulan gue mendengarkan album MITAM ini.

Jadi, overall for me this album is great. I can't really say, this is their best album, cause for me I still consider Take Me Home as their best album so far. But, gotta say this album is really great. So happy to hear more and more Louis and Niall's solo. Please, don't be shy Louis... your voice is like an angel :')
Aliran One Direction di album ini again, so unique. Ada lagu pop yang ala boyband abis, ada juga lagu yang mengingatkan gue dengan masa-masa kecil gue nonton Tarzan.

Morover, most of the songs on MITAM are written by the lads themselves. Sedihnya, ya ini album pertama mereka yang dirilis tanpa Zayn. Gue jujur bisa move on dengan 1D tanpa Zayn, gue menghargai semangat keempat cowok lain yang masih mau stay dan menghibur kita semua, tapi yeah rasanya ada yang hilang karena Zayn termasuk penyanyi utama 1D :( For Zayn fans, I feel sorry for you all.

But, don't worry lads, you've done amazing job.

As usual, 5 indicates Very Good song, and 1 means Not-So-Good song.

WARNING : Penilaian ini sangat subjektif, tetapi bisa dijadikan masukkan kok. Jadi kalau kalian merasa tidak setuju dengan penilaian saya, silahkan. Saya tidak marah. Selera musik toh juga relatif. Jadi, jangan marahi saya juga, jika kalian tidak setuju dengan saya.


1.Hey Angel (2)
Hey Angel memang menjadi pembuka album yang ringan. Lagu ini punya komposisi musik yang enak, gue pribadi suka orkestra, jadi yeah musiknya cukup oke. Hanya saja, gue kurang suka lirik yang terlalu repetitif. They sing "Hey Angel" too much, I know I know, it's their song title but still it's little bit overdone with Liam's "Woohooo" on the background. It's good song, but definitely not a song that you'll add to your playlist.

2. Drag Me Down (3)

Gue suka dengan video klip mereka di sini. Oke mereka ganteng parah. Ehem, lagu ini yah karena single mereka jadi yah lagu ini memang catchy. Lagu yang bisa bikin lo joget-joget sendiri pas dengerin di radio atau di mall mungkin. Louis and Niall's voice in this song though *heart*
Yeah, cocok sekali buat dijadikan single mereka karena masih bisa diterima oleh masyarakat luas. Salah satu lagu yang tidak bertemakan cinta. Jadi, cocok untuk didenger sehari-hari since so many people sick of love songs.

3. Perfect (4)

Uhuhuu lagu ini yang menemani hari-hari gue di semester pertama kuliah (Drag Me Down juga sih), dan yeah karena ini single mereka juga, jadi lagu ini memang juga enak untuk dimasukkin ke playlist. Meski, sampai sekarang gue punya masalah dengan single 1D... I never fancy their singles.
Video klipnya menurut gue kurang greget (?), kayak Little Things gitu deh. Agak terlalu sederhana untuk lagu yang bagus. Lagu ini dari segi lirik oke banget, banyak kontroversi kalo lagu ini didedikasikan kepada si Swift, tapi dibantah karena Lou juga turut andil dalam menulis lagu ini. Well, another song that deserves to be their single. So far, cuman Little Things, Night Changes, sama Perfect single-single mereka yang masih gue dengerin. 

4. Infinity (5) 

MY FAVORITE SONG ON THIS ALBUM. WHY? OH MY GOD. FOR ME, I CONSIDER THIS SONG AS THEIR BEST SONG EVERRRR... EVEN LOU AND HARRY THEMSELVES ARE SO PROUD WITH THIS SONG!

Okay, alasan gue menyukai banget-banget lagu ini... entah mengapa lagu ini membuat gue merasa lompat ke dunia lagu ini. Gue bener-bener menjiwai abis lagu ini. Dari segi musik, karena gue pengangum musik dengan latar belakang ketukan drum yang enak, gue menganggap lagu ini mirip alternative rock kesukaan gue. Chorus-nya bener-bener nendang banget. Ditambah lagi, lirik lagu ini super nancep abis. At first, gue ngira dari judulnya lagu ini bakal jadi lagu yang tidak bisa diidentifikasikan gitu, tapi ternyataaa... gila gila gue jatuh cinta banget ama lagu ini. Bahkan lagu ini seakan menjadi latar belakang gue sehari-hari belakangan ini :') Definitely, must song to add to your playlist! 

How many nights does it take to count the stars? That's the time it would take to fix my heart, oh Baby I was there for you, all I ever wanted is the truth, how many nights have you wished someone would stay? Lie awake only hoping they're okay, I never counted all of mine, If I tried I know it would feel like infinity...

5. End Of The Day (3)

First verse, I like it. Harry never disappoints us. In fact, each of their solo are great. Unfortunately, for me the chorus kinda fail to impress us. Gak ada klimaks dari lagu yang bikin greget dan pengen bergoyang-goyang atau bermellow sendu. But, for me lagu ini gak parah-parah banget gimana. Masih cukup enak untuk didenger, meski tidak setiap hari. 

6. If I Could Fly (4)

Di lagu ini, somehow you can listen to the lads sweet-angelic voice. In my opinion, that what makes this song incredible. Bener-bener showing their singing abilities dan gue bisa mendengar penjiwaan mereka dengan lagu ini. Bagian "Now you know me for your eyes only" sukses membuat gue merasa ditransfer energi sendu dari the lads. Lagu yang cocok didengar ketika sedang galau dan patah hati :)

7. Long Way Down (4) 

Gue selalu berpendapat bahwa lagu mellow adalah spesialis 1D. Dan lagu ini adalah salah satu lagu mellow yang mengingatkan kalau "Ya... ini lagu ala 1D". Oke, maybe if you are not directioner, you'll think I'm weird, but directioners... you know what I mean. Latar belakang musiknya cukup sendu, dan liriknya juga mengindikasikan another galau song. So yeah, if you are currently heart-broken, just listen to this song. And you'll feel worse (?)

8. Never Enough (2)

Nah lagu ini yang gue bilang mirip lagu ala-ala Tarzan yang kayak jungle banget gitu temanya. Mungkin karena background sound "Aua". Besides, I don't really like Harry's "You can take it, take it", like I said, I don't really like repetitive sound. Ditambah mereka agak metal di sini dengan teriak "NEVER", for me this song a little bit not syncronized. The good news is... biasanya gue end up menyukai lagu yang gue benci...

9. Olivia (3)

Musik di lagu ini awal-awalnya sempat membuat gue ragu untuk meneruskan mendengarkan sampai belakang. Apalagi gaya nyanyi Niall di first verse udah kayak ala-ala Irish, tapi ternyata lagu ini entah mengapa not bad. Gue suka suara violin di bridge lagu ini, dan lagu ini cukup familier di telinga. Lagu ini masih bisa membuat lo sing along to it :)

10. What A Feeling (4)

Nah, I guess I'll consider this song to be Top 5 on this album. Lagu ini kayak membuat lo bernostalgia ke masa lalu. Even my mum said, "Kenapa lagu ini kayak lagu jadul apa gitu". Yeah, gue juga merasakan lagu ini kayak ala-ala lagu lama gitu. Liriknya jika diambil secara harfiah, juga bagus. Rasanya lagu ini cocok banget diputar ketika lagi road trip, terus buka jendela mobil dan nengokin kepala keluar jendela. I can't really tell what's the genre for this song, but this is a great song.
By the way, am I the only one who suddenly think about Through The Dark when Liam sang the first verse? Hehehe, agak maksa sih tapi cukup mirip kan "Through the wire" sama "Through the dark"...
Must-add-to-your-playlist.

11. Love You Goodbye (4)

Another mellow song... memang lagu slow 1D itu enak-enak, tapi gue kadang gak sanggup dengerinnya. Uhm, dalam kasus lagu ini tidak bisa dibilang mellow dengan musik yang sedatar I want to write you a song, suara drum di latar belakang membantu lagu ini jadi pengen didengerin sampe abis. Louis high notes is addictive, be careful if you have fragile heart! :') Good love song.

12. I Want To Write You A Song (3)

Album 1D selalu keluar di bulan-bulan dimana di Indonesia sedang musim hujan. Dan pasti ada satu lagu yang membuat lo meratapi musim yang sendu dan kelabu ini. Kayak menurut gue di album four lagu sendu itu adalah Night Changes, di Midnight Memories ada Half A Heart, di Take Me Home ada Little Things... yeah di album ini gue menganggap I Want To Write You A Song adalah lagu sendu di MITAM. Musiknya yang datar dengan suara lembut the lads, yeah lagu yang cocok dibuat dengerin sebelum tidur. Overall, lagu ini syahdu banget tetapi karena terlalu bikin merana (dan gue sudah cukup merana #eh) jadi gue hanya bisa memberi nilai 3. Since, I can't really stand a very slow song.


13. History (4)

Gue merasa, kalau mereka harus mengeluarkan single baru, maka lagu ini adalah kandidat yang paling pas. Gue suka banget verse awal lagu ini, "You gotta help me, I'm losing my mind..." bagian itu seolah terngiang-ngiang di otak gue terus. Keseluruhan lagu ini, oke. Katanya sih lagu ini didedikasi buat Zayn. Bagian Zayn di lagu "Strong" (di Midnight Memories) adalah "Cause you make strong", dan dibales deh sama lads di lagu ini. "Thought we were going strong..."
When they performed this song on X-Factor, and then they hugged each other... I wanna cry... but I'm not. Tidak akan bosan mendengar lagu ini setiap hari! :)

• DELUXE EDITION •

14. Temporary Fix (3)

At first lagu ini agak annoys me, tapi setelah didengerin lagu ini enak juga yah buat olahraga especially hehehe. Lagu ini juga salah satu yang agak beraliran metal dikit... dan entah mengapa gue juga merasa familier dengan lagu ini. Kayak pernah ada lagu semacam ini juga di masa lalu, tapi gue gak ingat. Lads, please let me be your goodnight :')

15. Walking In The Wind (4)

Seperti yang udah gue bilang, lagu ini punya nada datar meski tetep lebih datar I Want To Write You A Song. Gue suka banget Louis solo di lagu ini. Entah mengapa kalo didenger berkali-kali lagu ini lumayan addictive. Bisa bikin ketika lo bengong, tiba-tiba kepikiran dengan lagu ini. Lagu ini juga cocok didengar ketika lo jalan-jalan sambil melihat pemandangan indah dan kena angin sepoi-sepoi deh. Ihiy.

16. Wolves (5)

Oh yeah, this is it. My new favorite song on the album. I find this song is refreshing, one of addictive songs that makes you dance around. Chorus-nya oke banget dan mungkin karena music nya enak, jadi lagu ini emang lagu yang cocok untuk membuat mood jadi lebih baik. Gue masih bingung kenapa tiba-tiba bisa suka banget sama lagu ini. Mungkin keknya kena sihir suara Mas Harry yang menurut gue oke banget di sini. Especially di bagian chorus. Dan yeah karena drum-nya juga, kaki gue gak bisa berhenti menghentak-hentak ke lantai. Definitely, must-add-to-your-playlist. Trust me, I have pretty good taste of music.

17. A.M (4)

The last song on their album dan menjadi penutup yang oke banget. Kaget juga ketika ternyata nama album mereka diambil dari lagu ini. Awalnya (seperti banyak lagu 1D dari dulu-dulu) gue juga menganggap lagu ini "Apa sih ini?", tapi akhirnya malah jatuh cinta deh. Lagu ini sederhana, cenderung kalem, tapi cukup addictive. Kasih empat jempol buat lagu ini! :*

***

Overall, I like this album better than Four and even Midnight Memories. The lads never fail to make you think that they're singing to you, hah don't you wish (?).
Kalo dibikin Top 5 Songs, I gotta say...

#1 Infinity
#2 Perfect
#3 History
#4 What A Feeling
#5 Wolves

Kalau dibikin ranking dari kelima album 1D, maka hasilnya akan begini

#1 Take Me Home
#2 Made In The A.M
#3 Four
#4 Up All Night
#5 Midnight Memories

In the end, MITAM bagi gue adalah sebuah album yang tidak akan nyesel dibeli. Dengan harga yang mahal sekalipun. Sebagian besar lagunya enak didenger dan gue jamin lo gak bakal banyak meng-skip lagu karena kali ini lagu-lagu mereka oke. Album ini membuat lo sedih karena teringat kerja keras the lads sebelum mereka hiatus. Sedih karena giliran gue suka ama album ini, eh mereka malah istirahat. Giliran dulu gue gak gitu dengerin Four, mereka malah konseri di Jakarta. Kan an... #eh.

So what are you waiting for? Go buy the album on store! Hihihi
Plus you will not regret to buy the fan edition, which include 4 extra songs, wristband, 4 exclusive photos, and bonus video from the lads xxx


Happy listening to MITAM!

Love
Natasha

PS : Comment your favorite song on MITAM!