Hey there!

I'm Natasha, the author of this blog. I'm also a psychology student who is working hard to be a novelist. I like thinking deeply mainly about life. I'm not a wise person, I'm simply just a girl who wants inspire the world through my writing.

Hope you enjoy every single of my posts.

Lots of love!
Natasha

PS : Feel free to comment on my posts, I will definitely reply to your comment!


BLOG READERS SURVEY
Please kindly do this survey, it will only take a little of your time! :)

07 March 2014

My Dear Crush

Gue udah nyaris lupa rasanya suka bener-bener suka ke seorang cowok. Mungkin yah sejak SMP. Ketika di SMA, karena mungkin gue sukanya sama orang-orang yang tidak keraih sama gue, gue jadi tidak menaruh harapan besar kepada mereka. Lagipula, gue udah trauma dengan masa lalu. Gue capek harus sakit hati lagi. Karena gue bukan cewek cantik yang mampu mengikat semua hati cowok dan gue tinggal milih mau ama yang mana. Gue jauh dari kata cantik. Jadi, gue berpikir bahwa percuma suka sama cowok terlalu "dalam" karena ujungnya gue bakal berakhir sakit hati. Alhasil, selama ini gue yah cuma "suka-sukaan".

Berbeda dengan sekarang yang sedang gue alami. Well, gue mungkin sekarang sudah jatuh lumayan dalam. Dan jika dibiarkan jatuh terus... lama-lama gue bakal terperosok ke perasaan yang paling dalam. Gue gak bisa bayangin kalau tuh cowok bakal bikin gue sakit hati... pasti rasanya bakal sakit banget. Uhm, singkat cerita... dia sebenernya menarik perhatian gue sejak kelas 10. Tapi mata gue baru bener-bener "terbuka" saat kelas 11 ini. Uhm, dia gak ganteng. Dia juga gak pinter. Dia juga bukan cowok ramah... tapi bukan cowok dingin juga. Tapi dia punya kepribadian yang menurut gue, gue suka banget dari seorang cowok. Walau yah, kalau gue liat-liat dia agak ngeselin. Tapi toh dia juga manusia yang punya kekurangan.

Gue gak akan mendeskripsikan lebih dalam lagi siapa dia, karena gue gak mau ketahuan. Untuk pertamaaaa kalinya sejak SMA, gue kepikiran sama orang ini saat belajar. OMG. Padahal gue udah yakin, gue bisa tahu waktu dan saat dimana gue harus konsen belajar dan memikirkan hal-hal lain. Tapi toh, gue tetep aja kepikiran dia pas belajar. Rasanya gue semangat setiap hari bangun pagi dan berpikir gue akan melihat dia. Uhm, dia seperti memberi gue energi-energi positif supaya gue jadi semangat. Oh apakah ini perasaan yang wajar????

Dan karena gue hanyalah seorang cewek pemalu yang lebih nyaman ngomong lewat tulisan begini, gue yah lagi-lagi dan lagi-lagi dan mungkin selamanya begini, hanya bisa diam. Gak bergerak. Gak berusaha menarik perhatiannya atau gimana. Gue terlalu malu dan gak berani untuk berusaha perhatian kek atau ngapain kek supaya dia tau gue suka dia. Gue tau gak akan ada perkembangannya jika gue menyembunyikan begini, tetapi gue merasa emang lebih baik disembunyikan. Kadang, emang lebih baik perasaan kita disimpan rapat-rapat.

Yang lebih ngeselin lagi adalah saat-saat belajar di sekolah. Saat guru sedang menerangkan, gue kebayang dia. Gue membayangkan ada dia di sebelah gue *Well, gue tau ini alay*. Dan mendadak gue kembali lagi jadi anak alay yang kayak baru pertama kali jatuh cinta. Untung aja gue gak mengukir nama gue dan dia dengan frame hati di buku. Uhm, jujur aja perasaannya memang menggebu-gebu, jantung gue mau meledak, dan mata gue gak bisa lepas mencari keberadaan dia di sekolah. Walau gue bukan siapa-siapanya, tapi gue ngerasa gue gak mau jauh-jauh sama dia.
Inilah salah satu gejala ketika perasaan sudah mulai mendalam. Dan ini bahaya. Sumpah, berbahaya sekali karena dia mulai merasuki pikiran kita.

Lucunya lagi, karena dia gue jadi galau. Gue galau saat belajar. Bukannya ngafalin, gue malah buat puisi cinta gak jelas yang isinya mencurahkan perasaan gue. Gue mencari-cari lagu cinta yang cocok sama gue. Dan bahkan gue menulis lirik lagu buat temen gue itu yah latar belakangnya karena dia. Apa banget yah? Tapi inilah diri gue beberapa hari belakangan ini. Bener-bener dimabukkan oleh cinta. Di satu sisi gue menikmati perasaan ini, tetapi di satu sisi gue jadi merasa ketergantungan dengan kehadirannya. Rasanyaa tiap pulang... beraaattt banget pulang ke rumah. Padahal gue capek banget dengan sekolah. Apa alasan lain kalau bukan demi ngeliat dia? Silly but it's reality.

Well. I'm just wanna say... to be honest, I'm afraid of falling in love. I'm not ready for this, My heart might be explode soon. My face will turn red whenever I see him. I can't look at his eyes when he's looking at me. And I'm about to faint when our eyes accidentally meet. Andddd I feel like I'm sooo panicccc when you talk to me or when I talk to you. Hahahaaa........ this is how a shy girl falls in love.

Love Love Love
Natasha who's in love (?) with s'o

"I've tried playing it cool, but when I'm looking at you, I can't ever be brave, Cause you make my heart race" - One Thing by One Direction


5 Momen Yang Membuat Kita Berdoa Lebih Sering

Bicara tentang iman kita kepada Tuhan, tidak ada yang bisa mengetahuinya selain kita sendiri. Kita sendiri yang merasakan seberapa kuat kehadiran Tuhan di dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan yang menjadi tolak ukur seberapa besar iman kita yah seberapa berartinya Tuhan dalam hidup kita. Kepercayaan kita terhadap Tuhan yang membuat kita tetap menjalani hidup dengan baik, takut akan Tuhan, menghindari dosa, dan berusaha ingin menyenangkan hati-Nya.
Nah, seringkali manusia beriman hanya pada saat tertentu saja. Disaat mereka menghadapi kesulitan, mendesak, dan benar-benar butuh keajaiban dari Sang Maha Kuasa.
Frekuensi berdoa pun meningkat dua kali lipat, dan rasanya Tuhan itu benar-benar ada di atas kepala kita dan kita berharap bahwa kita akan baik-baik saja.
Ironis ketika kita jadi rajin berdoa hanya pada saat-saat tertentu saja, tapi begitulah kenyataannya. Termasuk gue pun tanpa gue sadari, melakukannya.

1. Dilanda Masalah 

Saat mendapat masalah bertubi-tubi, beban hidup rasanya berat banget. Seakan ada beton diletakkan di bahu kita. Mendapat masalah adalah salah satu bukti yang menunjukkan bahwa kita ini adalah manusia normal. Yeah, manusia yang hidup, manusia yang normal pada umumnya selalu memiliki masalah. Termasuk yang kecil pun. Masalah kecil seperti telat bangun jadi telat dateng ke sekolah atau masalah semacam penghapus hilang di kelas. Tanpa kita sadari, setiap hari pun sebenarnya kita dilanda masalah. Biasanya disaat dapat masalah berat dan membuat semangat hidup kita turun itulah yang biasanya mendorong kita untuk ingin berbicara kepada Tuhan. Kita berdoa lebih sering saat kita mendapat masalah. Saat ingin mendapatkan jalan terbaik dari masalah yang sedang kita hadapi. Dan iman kita akan semakin kuat saat doa kita terkabul. Saat masalah itu akhirnya terpecahkan juga. Jika tidak, kita akan kecewa dan sering kali menganggap bahwa Tuhan itu jahat. Oh, inilah yang harus diubah.

"Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, dan jika kita merasa bahwa Tuhan itu meninggalkan kita, ia sedang menguji iman kita, apa kita akan tetap bertahan disaat ia tidak datang membantu. Apa kita tetap setia kepada-Nya saat ia tidak memberikan apa yang kita mau?"


2. Ingin Mendapatkan Sesuatu

Ini yang sering terjadi. Gue pernah denger khotbah seorang pendeta di sekolah, dia bilang kalau banyak tujuan orang berdoa itu adalah mendapatkan berkat dari Tuhan. Kita ingin Tuhan melindungi kita sepanjang malam supaya kiranya tidak ada pencuri masuk ke rumah. Kita minta supaya kita diberi nafas kehidupan, kita ingin apa yang sedang kita kerjakan berhasil. Kita pingin ini-itu yang tanpa kita sadari membuat relasi kita dengan Tuhan itu seperti anak yang mengemis uang ke ayahnya. Selama apa yang kita inginkan terpenuhi, kita merasa baik-baik aja sama Tuhan. Kembali lagi ke kasus sebelumnya, bagaimana kalau apa yang kita inginkan tidak dikabulkan oleh Tuhan? Kita akan sedih, kecewa, dan mungkin marah. Kita lagi-lagi merasa Tuhan tidak sayang dengan kita.

"Saat Tuhan tidak memberi apa yang kita inginkan sekalipun yang paling kita inginkan pun, ia memiliki rencana lain terhadap kita. Sesuatu yang lebih baik dan yang bahkan lebih dari yang kita inginkan akan disediakan untuk kita."
"Tanpa meminta pun, Tuhan tahu apa yang kita butuhkan dan Ia akan selalu ada untuk mencukupi hidup kita"

3. Mau Ujian

Ini hal yang lumrah terjadi di kalangan pelajar dan mahasiswa. Di saat ujian mendekat, rasanya butuh banget pertolongan Tuhan supaya bisa melewati hari-hari ujian. Rasanya butuh banget hadiratnya dan keajaibannya supaya kita bisa ngerjain ujian. Apalagi ujian penting semacam ujian akhir semester atau UAN... frekuensi berdoa pun akhirnya bertambah. Kalo bener-bener niat, sekalian puasa 40 hari 40 malem supaya lulus ujian. Terutama lagi pelajaran yang susah-susah dan kita udah semalaman suntuk pelajarin. Perasaan senang akan berlipat-lipat ganda jika bisa ngerjain soal dan dapet nilai bagus. Bagaimana jika jelek? Mengeluh, sedih, kecewa, dan nyesel belajar susah-susah.

"Ora Et Labora"

4. Sakit

Kalau yang ini tentu banget kita alami. Meminta kesehatan sama Tuhan adalah salah satu hal yang selalu gue sebutkan setiap kali berdoa. Siapa sih yang mau sakit? Siapa yang tahan makan-makanan encer yang hambar? Siapa yang mau ngerasa gak enak saat melakukan aktivitas? Terhambat karena ada perasaan pusing,mual, dan sakit tenggorokan? Yeah, saat sakit manusia pasti ingin sembuh. Selain minum obat, kita pasti juga berdoa sungguh-sungguh pada Tuhan supaya Ia menyembuhkan kita. Bagaimana jika yang kita derita adalah penyakit berat? Seperti menjelang operasi jantung misalnya, gagal ginjal, atau mungkin kanker? Well, beberapa orang yang mengalami penyakit-penyakit itu ada yang masih percaya bahwa ia akan mendapatkan mukjizat kesembuhan. Namun, banyak yang pupus harapan. Apalagi setelah divonis dokter umurnya tinggal beberapa bulan.

"Dokter bukanlah Tuhan. Tuhan-lah yang menentukan kapan waktu kita dipanggil"
"Mendapat kesembuhan sama dengan menunda kematian, pada akhirnya kita semua akan mati"

5. Pesawat Akan Jatuh

Well, kalau yang ini agak gak lazim tetapi bener-bener efektif terjadi. Bahkan bagi orang atheis pun, mereka lama-lama bakal percaya sama Tuhan saat mereka dalam kondisi ini. Ketika pesawat yang kita tumpangi bergoyang, bergetar kencang, dan ada turbulensi yang hebat.... apa yang bisa kita lakukan? Berteriak-teriak ketakutan dan berkomat-kamit memanggil nama Tuhan. Tiba-tiba semua orang di pesawat menjadi orang religius. Mereka berdoa memohon keselamatan dari Tuhan. Mereka ingin sampai dengan selamat.

#nocomment


Uhm, ide ini gue dapat saat gue sedang mengerjakan ulangan dan tiba-tiba gue mendengar dari bawah anak kelas 12 yang lagi kebaktian menjelang ujian sekolah. Dan gue berpikir, kenapa yah ketika mau ujian gitu rasanya digencarkan banget kebaktian dan doa syafaat? Nah muncullah ide ini deh. Gue berpikir lagi kira-kira kapan lagi yah manusia itu jadi lebih gencar berdoa? Dan menurut gue kelima momen inilah yang gue pikirkan.
Jadi mohon maaf jika ada yang tidak sesuai dengan pikiran kalian. Ini hanya pikiran gue....
Pesan gue adalah, sebagai orang yang beriman dan beragama, janganlah kita mencari Tuhan atau membutuhkan Tuhan disaat mendesak saja. Kita sebagai manusia saja merasa gak enak kan kalau punya teman yang datang ke kita disaat dia butuh doang, tetapi saat kita sedang sedih dan butuh pertolongan, ia malah pergi menjauh?
Tuhan juga merasakan seperti itu. Jadi, rajin-rajinlah berdoa. Seringlah berkomunikasi dengan Tuhan supaya iman kita menjadi lebih kuat :) Jika iman kita kuat, maka dosa pun rasanya tidak mampu menggoda kita dalam kehidupan sehari-hari.

"Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya" - Yohanes 15:7


Love
Natasha

08 February 2014

Midnight Memories Review

Yak, hari ini gue akan menulis review tentang album ketiga One Direction yang udah rilis sejak akhir November lalu. Kenapa gue baru bikin review sekarang? It's because I don't have time to listen the whole album. Dan jujur, ketika gue denger se-album pertama kali, gue kurang sreg dan sekilas lagu mereka aneh-aneh semua. Namun, setelah didengar berulang-ulang, seperti lagu 1D biasanya, ada beberapa lagu yang enak didengar. Jujur, gue belum afal-afal semua lagu di album. Apalagi yang kurang berkesan di telinga gue. Alhasil, gue harus mendengarkan ulang dulu baru nulis review :)
Dan berikut hasil review gue mengenai album 1D :)

Secara kesuluruhan, lagu mereka di album kali ini lebih nge-rock dan agak menyimpang dari aliran 1D yang biasanya. Musiknya di album kali ini gue akuin lebih enak dan lebih berwarna. Beberapa lagu musiknya juga bahkan terngiang-ngiang di otak gue terus. Lirik lagu... masih random. Ada yang bagus dan menyentuh, ada juga yang gue gak ngerti maksudnya. Dan tentu saja suara-suara the boys di album kali ini lebih mantap. Kali ini, satu per satu suara mereka cukup menonjol. Well, well done boys! Thanks for your hard-work guys! You created cool songs :*


Note
•  = POOR
•• = ACCEPTABLE
••• = NOT BAD
•••• = NICE
••••• = AWESOME


Best Song Ever ••
Single pertama di album ini. Gue suka ama video klipnya yang lucu dan patut diulang lagi. Lagunya gue gak ngerti tentang apa, mungkin yah tentang "Best Song Ever". Gue kasih rating 2 karena gue biasanya emang gak suka ama single-nya 1D. Gue kasih rating rendah bukan karena gue membenci atau lagunya jelek... hanya aja lagu ini kurang cocok buat didenger setiap hari (:

Story of My Life •••••
Di setiap single 1D selalu ada satu lagu yang menyentuh hati gue. Video klip SMOL sampai sekarang merupakan MV terkeren yang pernah 1D keluarkan. Bener-bener menggugah hati banget. Lagu ini bener-bener nyambung banget ama konsep videonya. Tapi, gue kurang nangkep arti lagu ini. Walau begitu, gue sukaaaa ama lagu ini.

Diana •••
Lagu ini yang bocor sebelum albumnya rilis, menurut gue yah lumayan bagus. Yang paling ngena pas Louis nyanyi bagiannya "I speak a different language, but I still hear your call" :3 Ini cocok sekali buat gue!!! Dan melihat latar belakang dibuatnya lagu ini yang katanya didekasikan buat directioner yang bunuh diri, wah gue salut sama mereka. Mereka cowok-cowok baik dan ganteng.

Midnight Memories ••
Nah, lagu ini diangkat sebagai nama album mereka. Dan gue rada kecewa. Ini yang gue bilang pergantian genre 1D. Di lagu ini bener-bener kayak bukan 1D banget. Sebenernya musiknya unik sih, tapi karena gue kurang suka musik jenis ini (entah apa nama genre-nya), yah berdampak juga pada penilaian gue terhadap lagu ini. MV-nya behhh gue suka. Liam!! tapi MV-nya kurang bikin WOW gimana gitu. Gak kayak MV-nya yang SOML, Best Song Ever, atau Kiss You :*

You & I •••••
OMG, gue mulai suka lagu ini sejak gue cari-cari lagu baru untuk didenger. Pertama kali, gue tau gue bakal suka lagu ini. Soalnya lagu ini sendu-sendu gimanaaaa gitu. Musiknya bikin pengen diem di depan jendela dan merenungi nasib. Suara the boys semuanya mantap. Lagu ini jadi makin ngena karena gue mulai suka lagu ini awal Januari, yang lagi musim hujan... jadi tingkat kegalauan rasanya meningkat kalau denger lagu ini. Sayangnya, lagu ini agak "ekstrem" lirik lagunya. Bayangin "Not even the God above, can separate the two of us".... well, bagi orang Indonesia yang rata-rata cukup religius, ini agak berbeda dengan ajaran kita. Hhmm.. tapi tak apalah. Toh ini hanya lagu. Love love.

Don't Forget Where You Belong ••
Lagu ini gimana yah.... pasti menceritakan tentang mereka. Dan emang liriknya kayak 1D banget. Maksud lagu ini salah satu yang paling mudah dipahami liriknya, 1D mau nyeritain meski mereka udah terkenal, pergi kemana-mana, mereka mau supaya gak melupakan tempat asalnya. Tapi, lagu seperti ini yang kurang menjual, menurut gue lho yah. Kurang ngena.

Strong ••••
Coba perhatikan intro lagu ini mirip ama lagu Stronger-nya Kelly Clarkson! Tapi gue gak mau ngataian kalau 1D plagiat lho. Mungkin hanya kebetulan. Lagu ini menurut gue lagu ini enak sih. Mungkin di kemudian hari gue bakal jatuh cinta ama lagu ini. Gue suka sama Zayn, Harry di chorus-nya, dan Niall yang terakhir. Mantappp. Dan lirik lagu ini juga bagus. "I'm sorry if I say I need ya, well I don't care, I'm not scared of love... Cause when I'm not with you, I'm weaker, is that so wrong, is it so wrong, that you make me strong" hahahaha! Dan yang nulis lagu ini Louis lho! Aduh :*

Happily •••••
ARGHHH this song is probably my favorite! And probably the best?! Dari awal lagu ini, intro nya aja udah enak gitu. Gitarnya mantep. Rasanya gue pengen bisa maen gitar gara-gara lagu ini. Suara-suara the boys juga enaknya pake banget disini. Reff-nya juga enak. Lagu ini lagu ceria 1D yang paling gue suka dari semua album deh! Kalau lagi sedih, harus denger lagu ini! Wajib banget. Gue suka dari awal sampai akhir lagu ini :') Apalagi yang bagian "Cause we on fire, we are on fire , we on fire now" sampe "I dont care what people say when we together... blabla" dan bagian yang "Oh oh oh oh oh, we're on fire now" itu bagian the best. Suara the boys bener-bener enak dan mungkin inilah alasan mengapaaa mereka masih bertahan :* Dan tetep harus bertahan!

Right Now ••
Lagu ini juga yang agak menyedihkan, tetapi lagu 1D gak ada yang sampe parah banget. (Kecuali Stole My Heart :|). Ini juga salah satu track yang gue bilang salah gaul dan bakal jadi lagu minoritas deh dibanding yang lain. Musiknya juga.... agak aneh. Walau liriknya masih membantu lagu ini. Well, gak banyak berkomentar deh.

Little Black Dress •••
Gue suka lagu ini walau ini juga lagu 1D yang menyimpang. Gitarnya aduhhh!!! Pengen bisa maen gitar!!! Suara Harry disini oke banget. Dan lagu ini cocok didenger kalau mood kita lagi pengen gila-gilaan. Soalnya yah suara gitarnya itu bikin pengen sok-sokan lagi megang gitar listrik gitu. Salut deh ama 1D yang berani mau ganti aliran musik mereka.

Through The Dark •••••
Inilah lagu pertama di Midnight Memories (setelah single-single mereka) yang berhasil menarik hati gue. Gue suka sama suara the boys disini. Suara Liam di awal lagu bikin gue rasanya pengen banget tidur karena merdu banget. Gue merasa aman dan tenang....
Musiknya juga enak. Lirik lagunya juga sweet as the sweetest love song (?).  Gue suka bagian yang "And I will hold you closer, hope your heart is strong enough, when the night is coming down on you... we will find a way, through the dark :)"
Salah satu lagu yang recommended di album ini :))

Something Great •••
Uhm gue cukup menyukai lagu ini meski gue rasa ini bukan lagu yang bikin orang-orang merinding. Lirik lagu reff-nya juga ngena buat gue. "I want you here with me, like how I pictured it, is it too much to ask for something great" :')
Musik lagu ini agak terasa familier di kuping gue... dan Louis menutup lagu ini dengan suaranya yang lucu :*

Little White Lies ••• 
Lagu ini dibuka dengan menarik oleh si Harry, dan walau gue kurang menyukai bagian verse-verse nya yang kurang berkesan... tapi lagu ini diselamatkan oleh reff-nya yang menurut gue oke. Sempet terngiang-ngiang di otak gue "little white lies little white lies". Dan gue sempet tertarik dengan lagu ini karena judul lagu ini sama dengan novel favorit gue dulu. Gue gak tau arti "little white lies" sampai yah gue mendengarkan lagu ini dan mencari artinya....

Better Than Words •••
Drum-nya di lagu ini enak. Begitu juga gitarnya. Bagian duk duk- nya yang gue suka. Lagu ini kekurangan lirik, menurut gue. Tapi gue suka banget pas mau di akhir-akhir pas bagian "ooo...oh...." sampai ada yang ngomong "one more time" and I bet that's Liam's voice!!! Hahaha.

-----------------------
(Bonus lagu di Deluxe Edition)

Why Don't We Go There ••
Di lagu ini yang gue suka malah bagian verse-verse nya. Musiknya apalagi (yang gue tebak) keyboard-nya lumayan enak dan membuat badan bergoyang. Tapi, lagu ini kedengerannya berantakan buat gue, jadi kurang enak buat didengar berkali-kali. Sorry guys! :(

Does He Know? ••• 
Lagu ini dibuka dengan keren oleh Liam dan Harry. Gue juga suka reff-nya "Does he knowww you can move like that???" Lirik ini juga bagus sih. Kalo si cowok pengen nyindir cowoknya si cewek. Tapi gue kurang suka pas "Tonight you're minee... baby", nadanya kayak gimana gitu....
Overall, ini lagu cukup enak :)

Alive ••••
Behhhh suara Liam di awal buat gue merinding. Gue suka banget suara nge-rock Liam :* aw baby!! Terus lirik lagunya gue juga suka. Gue emang aneh, suka yang berbau-bau terapis atau apapun yang berbau kegilaan. "My mother told me I should go and get some therapy" widihhh.... terus reff-nya juga enak. Musiknya mendukung lagu ini jadi asyik buat joget gila-gilaan. Dan lagu ini ditambah enak pas bagian Louis solo. Aduhhh pas dia nyanyi "we got nothing to lose"... rasanya pengen gue cium si Louis :'((
And yeah, this is one of the must-listen-song on the album!

Half A Heart •••••
OMG!!! Kayaknya gue gak perlu komentarin lagu ini karenaaaaaa lagu ini salah satu lagu yang NGENAAA banget. Gue suka lagu ini setelah Through The Dark. Gue jatuh cinta setengah mati ama lirik lagunya yang aw banget. Sendu gimana gitu. Apalagi gue dengerin lagu ini pas lagi musim hujan... aduhh... bagian Liam-nya di depan "So your friends been telling me, you've been sleeping with my sweaterrrrr" pas dia nyebut "Sweater" nya itu bener-bener bikin gue merinding. Lirik lagunya galau banget. Buat yang lagi gagal move on, setelah putus ama pacarnya... ini lagu cocok buat kalian. Apalagi kalau kalian tau mantan kalian juga masih cinta ama kalian... aduhh. Sayang gue gak punya mantan (?)
Selain itu, lagu ini juga enak dinyanyiin. Mungkin ini salah satu lagu 1D yang sanggup gue nyanyikan tanpa fals atau kehabisan nafas.
"Being here without you is like I'm waking up to... only half a blue sky, kinda there but not quite.. I'm walking around with just one shoe... I'm half a heart without you"
Galau langsung naik ke tingkat yang paling tinggi se-tingginya.

----------------
Secara keseluruhan tentang album Midnight Memories ini, menurut gue.... tidak semenarik di Take Me Home. Dulu gue hanya butuh waktu dua bulan dan sudah jatuh cinta ama semua lagu di TMH. Dan sekarang... udah berjalan dua bulan lebih... tapi gue juga cuma masih dengerin 5 lagu. Di album kali ini, gue akui sekali nemu lagu yang enak... gue bilang enaknya pake banget. Tapi, banyak juga yang janggal untuk didengar dan kurang ngena di hati fans.
But don't worry boys, I and the other directioners still here to support you. Go get the album now, if you haven't got it!!! I recommend to buy the deluxe edition to get 4 additional songs!! You can't miss "Half a Heart"!!!

My Best 5 Songs :

1) Happily
2) Half a Heart
3) You & I
4) Through The Dark
5) Strong

The album cover
Five handsome men walking in one direction :')
Liam-nya!!! So damn cool baybehh!!

















Love
Natasha Payne

PS : Pusing harus menghadapi seminggu penuh ulangan... *cry*


25 January 2014

Om-Om Keren

Okeh gue mungkin masih remaja pertengahan yang belum lulus SMA. Tapi gue gak bisa membohongi diri kalau orang-orang dibawah ini keren bahkan walau mereka terpaut jauh usianya ama gue. Mereka adalah orang-orang yang umurnya nanggung. Dibilang jadi pacar gue, terlalu tua. Dibilang papa, kemudaan. Alhasil, yah mereka gue jadikan om-om gue yang keren-keren. Hehehe!
Berikut list-nya!


(age in 2014)

1. Kang Gary ( Kang Hee-gun) , 36 thn. South Korean.

Hihihi orang-orang tau dia karena dia salah satu anggota grup duo korea, Leessang. Dia juga dikenal sebagai salah satu anggota tetap Running Man. Entah apa alasan gue suka ama dia padahal awalnya gue terpesona liat Jong Kook dengan badannya yang jadi... eh tiba-tiba gue jadi sukanya ama om Gaelly. Dia lucu banget. Dia terlihat polos, gentle, dan kayaknya cukup bisa diandalkan. Dia emang sudden Commander. Cowok simple yang kayaknya romantis! Dia jago banget ngegombal , kalo ketawa sih gila banget, dan gue suka gaya rambutnya.
Gue tergugah deh kalo denger lagunya yang judulnya entah 'Pursuing The Happiness' atau 'Pursuit of Happiness'.. gak peduli deh yang penting lagunya enak meski gue gak ngerti dia ngomong apa. Emosinya ngena banget. Dan gue juga sukaa lagu Leessang yang judulnya Turned Off The TV.
Dia mungkin rapper pertama yang gue demen karena gue benci banget sama rapper. Gue juga gak demen hip-hop atau musik aneh-aneh. Dan dia orang korea pertama yang gue suka.
SWAG om Gary!!!

2. Bruce Willis , 59 thn. American.

Yeah gue luluh ama om botak satu ini. Sebenernya dia juga bisa jadi bapak gue... tapi karena gue udah punya banyak bapak... jadi gak apa deh dia jadi om gue.
Lama-lama diliat dia kayak cool gimanaa gitu bikin cewek-cewek dari segala usia itu leleh ngeliat dia.
Bahaha... dia juga keren sih kalo maen film. Macho dan cool-nya luar biasa. Terus kayak di Red 2 kemarin, dia sweet banget dan protektif banget ama ceweknya.
Gayanya si om juga keren gitu yah pake jaket kulit... kalo senyum pengen ditabok rasanya. Dan cara dia natap orang itu... rasanya gue mendingan nundukkin kepala aja.


Nih si trio C udah gak usah diragukan lagi kenapa gue jadikan om-om gue. Mereka ya ampun. Gue gak ngerti bagaimana menjelaskannya. Semuanya sama-sama cakep, matanya bagus, dan badannya sip dah. Tinggi dan kekar. Ahaha... siapa cewek yang gak demen liatnyaa?? :3

3. Channing Tatum, 34 thn. American.

Gue pertama kali tau si om Channing ini di film yang judulnya She's The Man. Yeah, jauh sebelum dia terkenal. Gue udah merasa kalau dia ini cakep juga dan gue kaget karena karir dia tiba-tiba menanjak banget. Gue paling suka di filmnya The Vow!!! yeahh dia kasian banget disini... very romantic and sweet.
Dan gak ketinggalan gue juga suka filmnya yang lain, 21 Jump Street sama White House Down. Well, dia agak susah ngomong dan aneh kalau ngomong di film tapi wajahnya menutupi semua kekurangannya itu.
Kalo liat dia mau dibunuh orang rasanya gue mau teriak kayak si Bella Swan teriak, "Kill me kill me! Not him!!!"
*apa banget deh gue*
Atau kalo ada kontes suruh nyium Channing, gue bakal teriak kayak Katniss Everdeen, "I VOLUNTEER, I VOLUNTEER AS TRIBUTE!!!"
Tapi gue gak bakal pake mantra apapun buat nyihir om Chan. Apalagi pake mantra "Avadra Kedavra".
Udah ah ngelantur.
Love ya om!




4. Chris Pine , 34 thn. American.

Uumm... gue mulai tau dia karena This Means War. Gue terpikat karena mata birunya. Yeah! I love blue eyes! They are so magnificent and stunning! Kemarin gue juga baru aja liat filmnya yang Jack Ryan yang yahh not bad. Walau menurut gue... dia terlihat ganteng maksium waktu di Princess Diaries. Mungkin karena dia masih muda :|
Om, I love you. Suara lo juga oke banget.
















5. Chris Evans , 33 thn. American

Alasan gue suka sama si Captain America juga sama kayak Chris Pine. Mata birunya yang aduh. Gue luluh banget. Kalau Chris Pine agak cantik karena bulu matanya lentik, Chris Evans lebih macho.
Gue jatuh hati yahh karena Captain America. Gue udah semangat ngeliat Snowpiercer karena ada dia, eh ternyata dia jadi brewokan. Dia jadi mirip papi Keanu. Tapi gak apa om. Om tetep okeh. Dan gue suka aktingnya!
Acungkan dua jempol untuk si superhero satu ini!!















Well, nanti kalau gue udah nemu lagi orang yang berpotensial jadi om gue, gue bakal update atau mungkin membuat list baru. Hohoho!


Love
Natasha
PS : Happy belated sweet seventeen birthday dear my friend, Esther Dahlia!!! :*
PPS : Guru-guru memang yah... mentang-mentang seminggu ini KBM gak efektif gara-gara banjir, jadinya dikasih ulangan,pr, dan tugas banyak :'( *weekenddirumahsaja*

19 January 2014

Natasha Tale

Mood gue sedang bagus untuk curhat-curhatan di blog. Gue pengen berbagi betapa gue merasa banyak hal yang gue pelajari di hidup gue sendiri.
Betapa latar belakang gue yang tidak begitu menyenangkan, perubahan-perubahan di hidup, dan banyak kegagalan yang gue alami... semuanya itu membentuk kepribadian gue yang sekarang. Yeah, teman-teman, gue ini berubah. Dan tak hentinya gue mau menceritakan kisah hidup gue.

Sejak kecil, gue ini emang terkenal pendiem super. Gue juga pemalu dan ansos. Cici gue sampe bilang gue ini autis karena baru bisa ngomong dua tahun lebih. Ketika ada tamu, gue pun langsung ngibrit ke belakang pintu dan sembunyi. Mama gue cerita, kalau gue punya mainan, gue bakal jadi lebih diem dan sibuk mainin mainan gue aja. Bener-bener gue anak yang tertutup sekali. Dan sejak gue kecil, gue tidak pernah merasakan berada di sebuah keluarga yang "utuh". Yeah, gue gak pernah merasakan itu. Gue dibesarkan dengan keluarga yang berisi cewek. Gue kekurangan figur seorang ayah.

Gue mulai berubah ketika gue pindah ke Jakarta dan mengenal seorang wanita yang menjadi tetangga gue sekeluarga. Dia sampai sekarang adalah sahabat nyokap gue. Dia yang mendorong gue untuk berubah menjadi anak yang lebih percaya diri dan mau ngomong. Dan gue sedikit-sedikit mulai berubah. Gue bagaimanapun pintar bergaul. Gue punya lima sahabat karib saat TK, seorang sahabat yang adalah tetangga depan rumah, dan gue deket dengan semua temen-temen sekolah pas SD.
Masa kecil gue itu menyenangkan. Gue juga masih mudah bergaul sekali dengan cowok. Gue punya banyaakk temen cowok juga. Apalagi dulu gue juga les drum, jadi otomatis temen gue cowok semua.

Ketika gue masih anak-anak, gue ini bener-bener anak yang lain daripada yang lain. Gue memang sudah tampak tomboy dulu. Gue anak yang suka sekali membaca. Entah kenapa gue bisa suka baca. Mungkin karena kebanyakan baca majalah anak-anak semacem bobo, ino, girls, atau princess...
Buku bacaan gue juga berat banget. Gue suka buku-buku sains, geografi, dan gue mulai terjun membaca novel teenlit sejak 2 SD. Yeah, gue ini Natasha si kutu buku. Alhasil, gue juga mulai pake kacamata sejak masih 2 SD.

Natasha yang dulu juga suka belajar banyak hal. Gue les drum dan suka banget main drum. Gue les bahasa Inggris (walau les-nya juga gak bener), gue les pelajaran untuk mempertahankan nilai akademis... pokoknya gue berusaha menyeimbangkan kepintaran gue. Gue juga inget banget kerjaannya olahraga waktu SD. Gue hobi banget main bentengan pas sebelum bel masuk, maen petak umpet pas istirahat, dan main sepak bola pas pulang sekolah. Yeah, gue cukup macho untuk ukuran cewek. Oh yea! Gue juga sempet les berenang meski gue gaktau kenapa sekarang gak bisa berenang dan gue juga dulu bisa main sepeda, dan sekarang juga gak bisa.
Gue mau belajar bagaimana caranya masak, tetapi sekarang gue aja masih gak berani nyalain kompor.
Dan yeah, saat kelas 5 SD, gue ke gereja sendiri. Sekolah minggu sendiri, tanpa ada keluarga yang nemenin gue. Gue mulai belajar inisiatif sendiri...

Dan yeah, kehidupan gue tidak selamanya berjalan sesempurna waktu SD. Gue masuk ke SMP yang gue idam-idamkan sehingga gue semangat menjalani masa SMP gue. Harus gue akui, SMP itu masa-masa yang abstrak. Gue banyak mengalami perubahan, konflik, dan tekanan saat SMP. Gue ngerasa SMP itu jenjang yang kejepit. Dibilang anak-anak, tapi yah udah lumayan gede, dibilang gede tapi masih kelewat bocah... serba salah.
Gue mulai berubah sejak menghadapi berbagai konflik pertemanan. Gue juga jadi menjaga jarak dengan semua cowok karena kejadian di SMP. Gue mulai semangat untuk belajar yah juga karena SMP. Yeah, sejauh ini masa-masa SMP membawa dampak besar bagi kehidupan gue.

Gue mengalami yang namanya dibegoin cowok. Sekarang bahasa gaulnya di-PHP-in. Gue bener-bener  dibutakan oleh yang namanya cowok, gue dibuat sakit hati oleh tiga cowok sekaligus sehingga gue sendiri jadi takut untuk jatuh cinta. Gue takut sakit hati lagi sampai terbawa sekarang....
Gue berantem besar-besaran oleh sebuah kelompok yang tidak menyukai kelompok gue dan teman-teman gue. Gue bolak-balik dibawa ke ruang BK. Tak lama kemudian, gue pun berantem sama temen-temen gue sendiri... gue dipanggil lagi ke ruang BK. Alasannya juga gue agak lupa sih kenapa. Seinget gue yah gara-gara cowok. Karena Natasha yang dulu suka temenan ama cowok jadi ia terlihat centil.
Namun, gue kembali berteman dengan mereka. Walau tentu saja, tetap ada jarak.

Gue mengenal teman-teman gue sekarang sejak kelas 8. Gue mulai jauh dengan teman-teman gue itu karena kita beda kelas semua, sahabat gue juga pindah sekolah. Disaat kelas 8 inilah gue mulai berubah. Kepribadian gue mengalami perubahan pesat. Dari sanguin berubah menjadi melankolis.
Gue belum kuliah psikologi jadi yah... gue gak tau deh kenapa bisa terjadi begitu. Gue jadi rajin belajar, prestasi gue mulai meningkat, gue ganti temen, gue mulai menjaga jarak dengan cowok, dan gue menikmati masa SMP gue. Gue ikut eskul-eskul yang menyenangkan semacam fotografi dan jurnalistik. Gue juga inget banget seneng melakukan proyek bikin film. Judul film gue dulu 14 Hari Mengejar Cinta. ;) Starring Natasha, Hanie, Destriny, Michelle, dan Nathanael.

Gue lantas menjalani akhir dari tingkat SMP dengan merasa galau sekolah dimana. Jujur aja gue gak punya minat ke SMA manapun. Akhirnya gue yahhh berakhir berada di SMA gue sekarang. Pertama, karena gue tau sekolah ini bagus,ketat, dan disiplin. Kedua, teman-teman gue banyak yang disini. Ketiga, gue tidak tahu mau kemana lagi. Gue juga jadi tambah takut jatuh cinta karena disakitin hati sama seorang brondong. Gue bingung kenapa gue berani ngasih cokelat ke dia pas Valentine.
Yeah, gue lulus SMP, dan gue rasa itu juga dimulainya diri Natasha yang baru.

Masuk SMA, gue merasa tertekan. Gue udah gak mikirin lagi yang namanya naksir-naksiran cowok. Well, gue tetep aja sih naksir kakak kelas :3 dan gue sangat kanget dia sekarang. "Semoga kuliah lo sukses yahh! :3". Yeah, kelas 10 gue merasakan lelahnya menjadi anak SMA. Semua pelajaran dipelajarin men! Gue sangat sangat sangat bangga gue masih bisa bertahan di kala badai topan dunia begitu. Gue lebih fokus ke pelajaran dibanding yang lain-lain. Gue juga tidak begitu membuat teman baru, walau gue yah masih ngomong-ngomongan sama temen-temen sekelas. Gue juga yang ikut futsal, juga kenalan sama anak-anak futsal lainnya. Namun, tetep aja... gue udah berubah.

Naik ke kelas sebelas ini... gue makin gak jelas lagi. Entah mengapa gue jadi terkesan jutek. Orang-orang jadi takut sama gue :| padahal gue ini kan... baik. Gue emang sih jadi suka cemberut (Tapi toh emang gue suka cemberut dari dulu), gue diem ketika orang-orang lagi sibuk ngomong, otak gue melayang-layang saat orang-orang sibuk ngobrol. Gue jadi seperti zombie, gue tidak punya keberanian lagi untuk jatuh cinta yang "Sesungguhnya". Gue jadi berubah juga dalam hal berpakaian. Karena banyak acara seventeen, yah... mau gak mau gue jadi lebih modis dikit sekarang.

Sekarang, gue jadi orang yang pemalu lagi, tidak percaya diri, low self-esteem, dan cenderung gak ramah diluar dari lingkaran pertemanan gue. Yeah, gue gak lagi tuh menyapa orang-orang. Gue mungkin memang berubah jadi jutek dan sombong. Mungkin begitu... Gue juga diem-diem aja dan menghindari konflik. Gue benci dan lebih memilih memaafkan daripada berantem gak jelas. Apalagi sama orang-orang deket. Gue juga berusaha menyukai siapa saja walau gue gak suka karena gue menghindari yang namanya punya musuh. Gue yeah... masih terjebak di kenangan pahit masa lalu.

Gue ingin berubah lagi. Gue takut semakin dewasa gue, semakin tua diri gue... gue malah jadi gadis pemalu yang gak suka bergaul dan lebih memilih duduk diam sambil menulis di depan komputer.
Bagaimanapun gue kangen dengan sosok masa kecil gue yang periang, sensitif, dan mau bergaul sama siapa saja. Gue yakin gue bisa asal tidak takut lagi berubah. Tidak terbayangi lagi akan masa lalu kelam. Apa yang harus gue lakukan? Melupakan masa lalu atau belajar dari pengalaman?

Well, mungkin ini aja yang mau gue bagikan. Gue merasa hampa. Gue membenci kepribadian gue yang sekarang...

Love
Natasha yang berharap sekolahnya kebanjiran sehingga KBM akan ditiadakan hari Senin besok.

PS : Tadi gue ketemu temen-temen SD setelah beberapa lama gak ketemu. Sungguh gue merindukan mereka, teman-teman masa kecil gue :* And by the way, thank you so much Melody Amadea karena membuat gue terinspirasi dari film pendek lo.