Hey there!

I'm Natasha, the author of this blog. I'm also a psychology student who is working hard to be a novelist. I like thinking deeply mainly about life. I'm not a wise person, I'm simply just a girl who wants inspire the world through my writing.

Hope you enjoy every single of my posts.

Lots of love!
Natasha

PS : Feel free to comment on my posts, I will definitely reply to your comment!


BLOG READERS SURVEY
Please kindly do this survey, it will only take a little of your time! :)

19 November 2013

Apa Yang Membuat Kita Bahagia?

Bahagia itu sederhana.
Kadang kita merasa gak bahagia karena kita gak memiliki apa yang gak dimiliki orang lain.
Gue merasa gak bahagia karena gue tidak punya badan ideal, gue lebih sering sendirian di rumah, gue bukan orang populer di sekolah, gue masih jomblo dari dulu hingga sekarang, dan gue tidak memiliki segalanya yang gue inginkan.
Pasti setiap orang pernah merasa begitu.

Kita bodoh kalau kita menganggap kita ini tidak bahagia , hanya karena kita tidak memiliki apa yang kita inginkan.
Seharusnya kita melihat sebaliknya. Yaitu, apa yang kita punya. Itulah yang sebenarnya membuat kita berpikir bahwa kita pantas untuk hidup. Bahwa kita hidup karena kita punya panggilan dari Tuhan.

Sering gue merasa down dan merasa bahwa gue ini sampah. Gue ini enggak berguna buat hidup. Kalo gue mati pun, kayaknya gak ada yang peduli atau sedih. Tapi gue keliru.
Gue gak tau siapa yang akan kehilangan gue kalo gue gak ada- tapi yang penting adalah gue masih bisa hidup sampai sekarang karena ada alasan. Suatu alasan yang sampai sekarang pun gue belum yakin pasti apa.

Gue merasa beruntung dan tersenyum bahagia kalo mengingat apa yang gue punya. Gue punya mama yang mencukupi kebutuhan gue dan baik sama gue, meski gue sering banget ngomel atau gak merasa bersyukur atas pemberiannya. Gue juga bersyukur karena Tuhan kayak semakin hadir dan dekat dengan gue. Gue jadi damai. Gue beruntung karena gue sudah cukup dewasa untuk mengetahui kapan saatnya belajar dan bermain.... walau sekarang pun gue lebih memilih nulis daripada belajar remed sejarah. Dan karena gue rajin belajar itu, gue bisa mendapatkan nilai-nilai memuaskan yang rasanya gak akan gue bisa dapatkan jika gue gak belajar dan berdoa... meyakinkan diri bahwa jerih payah gue ini gak akan sia-sia.
Terlebih lagi, gue bahagia punya teman-teman yang baik sama gue. Gue merasa terharu dianugerahi teman-teman yang baik, menghibur gue, mengajari gue kalo kesulitan, dan mengingatkan gue. Meski mereka gak nyadar, tapi gue suka memperhatikan hal-hal kecil yang luput dari pandangan orang. Gue patut bersyukur.
Mungkin gue punya masa lalu yang agak kelam dimana gue malas belajar dan gak niat sekolah. Namun, Tuhan toh punya rencana lain buat gue. Gue mendapatkan pengganti teman lama gue.

Bahagia itu bukan karena kita kaya. Bukan karena kita memiliki uang yang banyak.
Sering kita dengar banyak orang kaya yang tidak bahagia karena mereka tidak dicintai. Karena mereka terlalu sibuk mencari uang, lalu melupakan hal lain.
Memang dalam hidup kita perlu yang namanya uang untuk mencukupi kebutuhan kita sehari-hari, tetapi itu bukan segalanya. Kita butuh mencintai dan dicintai orang lain. Kita butuh mendekatkan diri kepada Tuhan, dan kita butuh yang namanya berbagi kepada sesama.
Sebagai remaja yang memiliki keterbatasan materi, kita mungkin belum bisa berbagi secara materi. Namun, kita bisa memberi dengan cara lain. Mengajar teman kita yang gak ngerti pelajaran, memberi arahan yang benar ketika teman kita berbuat menyimpang dari ajaran Tuhan, atau kita bisa cukup menjadi telinga untuk mendengar saat teman kita sedih. Itu sudah cukup.

Siapa yang gak mau jadi orang kaya yang punya rumah luas, setiap hari makan enak, tinggal di rumah doang rasanya pun cukup saking besarnya rumah itu, dan punya banyak pembantu yang bisa disuruh ini-itu? Rasanya bahagia dan asyik banget bisa hidup kayak gitu.
Ditambah kita ini cakep, pintar, terus punya teman-teman yang solid, pacar yang keren, dan jago di suatu bidang. Uh... perfect.
Kayaknya kita punya yah teman yang kayak gitu dan bikin iri semua orang. Itu memang bonus dan anugerah dari Tuhan. Bukan berarti Tuhan pilih kasih, tetapi sebaliknya ia sayang sama kita. Ia mau lihat kalau dalam keadaan apa adanya pun, kita masih bersyukur dan setia sama Tuhan.
Gak ada orang yang 100% PERFECT hidupnya di dunia ini. Orang yang cakep akan sulit menemukan siapa yang benar-benar mencintainya dan orang kaya cenderung menjadi orang yang arogan dan sulit berbagi.
Bahagia itu sesimple kita menerima apa adanya diri kita. Mau kita jelek, jerawatan, juling, sipit, item.... semua itu terima aja deh.

Jangan bahagia dengan orang yang berbuat curang. Bahagialah karena kita hidup di jalan yang benar, meski itu tidak seindah jalan yang buruk. (Bacaan wajib hari ini MAZMUR 37)
Gue pernah merasa tertekan dan iriiiiiii banget liat teman gue yang ulangannya dapet 80-90 secara instan (alias nyontek). Gak perlu susah-susah belajar, tinggal lirik teman pintar, dan voila! dapet nilai bagus melebih orang yang belajar mati-matian.
Ada kalanya kita ngerasa down dan kecewa sama Tuhan dan sama hidup kita. "Gue udah susah, belain gak tidur demi belajar, tapi hasilnya juga segitu-gitu aja". Jawabannya adalah...... kita harus lebih banyak usaha. Berjuang dari sebelumnya.

Kembali ke topik gue sebelomnya, "Belajar Menjadi Dewasa", sebagai remaja kita sedang berada di fase belajar untuk mengenal kerasnya hidup. Hidup kayaknya gak ada yang mudah. Ada yang instan, misalnya dengan korupsi. Tetapi inget pepatah "Sepandai-pandainya tupai melompat, maka akan terjatuh juga".... sepinter-pinternya orang korupsi, toh ujungnya ketahuan. Masuk penjara.
Apa itu hidup yang kalian inginkan? Kalo iya, mungkin kalian butuh dibangunkan "sukma-nya".

Note :
Bagi kalian yang belajar sungguh-sungguh dan gak nyontek, tapi masih dapet nilai jelek juga... kurangi waktu senang-senang dan belajar lebih tekun. Jangan lupa berdoa... Tuhan akan memberkati orang yang yakin dan percaya bahwa ia mampu dan pastinya jujur.
Bagi yang masih suka nyontek... well, belajarlah untuk gak nyontek. Masalahnya adalah bukan karena kita gak mampu dan bodoh, tetapi karena kita malas dan gak ada niat untuk berusaha. Jadi, cobalah niat sedikit untuk belajar. Jangan sampai Tuhan yang turun tangan memeringkatkan kita.


Intinya adalah gue bukan mau sok menggurui atau mengkotbah.... gue mendadak mendapat inspirasi untuk menulis ini. Yang gue pikirkan ketika gue lagi belajar Sejarah. Otak gue memang lagi bekerja terus hari ini.
Teman-teman.... kita ini bahagia. Orang mungkin boleh bilang hidup kita menyedihkan, tapi jangan sampe orang melihat kita juga memandang hidup kita menyedihkan. Senyum dan tertawalah. Ketika kita gagal, lihatlah itu sebagai suatu cobaan dan tantangan untuk berusaha lebih baik lagi.
Gue sudah membuktikannya waktu ulangan sejarah. Gue merasa down banget dapet jelek karena emang gue gak bisa dan gak belajar bener... tapi di ulangan selanjutnya, gue mendadak on fire, gue nyicil , dan hasilnya pun diluar dugaan gue :') How great is our God, isn't he???
Bahagia lah dengan apa yang kita punya :) hidup kita mungkin gak sempurna... tapi inilah pemberian Tuhan yang harus kita syukuri. Kita ini punya sesuatu yang gak dimiliki orang lain.

"Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang" - Mazmur 37 : 1

"dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu" - Mazmur 37 : 4

"Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan ia akan bertindak" - Mazmur 37 : 5


Love
Natasha

PS : SELAMAT kepada ciciku tercinta, Mehlisahh yang telah lulus kuliah dan sudah menjadi seorang sarjana dengan IPK yang cukup baik. Gila dia tua banget :') gue juga merasa makin tua.... hidup terasa cepat sekali bergerak...... Semoga dia mendapatkan pekerjaan yang baik dengan penghasilan yang memuaskan! Amin!!
PPS : Happy Sweet Seveenteen to Fenniana Gunawan , teman main futsal, beli minum, teman yang gue gak sangka dan memberikan kesan mengejutkan buat gue. Hihihi, happy being legal feni! Love
PPPS : Ulangan umum tinggal.... 8 HARI LAGI! GILA !



No comments:

Post a Comment