Hey there!

I'm Natasha, the author of this blog. I'm also a psychology student who is working hard to be a novelist. I like thinking deeply mainly about life. I'm not a wise person, I'm simply just a girl who wants inspire the world through my writing.

Hope you enjoy every single of my posts.

Lots of love!
Natasha

PS : Feel free to comment on my posts, I will definitely reply to your comment!


BLOG READERS SURVEY
Please kindly do this survey, it will only take a little of your time! :)

19 January 2014

Natasha Tale

Mood gue sedang bagus untuk curhat-curhatan di blog. Gue pengen berbagi betapa gue merasa banyak hal yang gue pelajari di hidup gue sendiri.
Betapa latar belakang gue yang tidak begitu menyenangkan, perubahan-perubahan di hidup, dan banyak kegagalan yang gue alami... semuanya itu membentuk kepribadian gue yang sekarang. Yeah, teman-teman, gue ini berubah. Dan tak hentinya gue mau menceritakan kisah hidup gue.

Sejak kecil, gue ini emang terkenal pendiem super. Gue juga pemalu dan ansos. Cici gue sampe bilang gue ini autis karena baru bisa ngomong dua tahun lebih. Ketika ada tamu, gue pun langsung ngibrit ke belakang pintu dan sembunyi. Mama gue cerita, kalau gue punya mainan, gue bakal jadi lebih diem dan sibuk mainin mainan gue aja. Bener-bener gue anak yang tertutup sekali. Dan sejak gue kecil, gue tidak pernah merasakan berada di sebuah keluarga yang "utuh". Yeah, gue gak pernah merasakan itu. Gue dibesarkan dengan keluarga yang berisi cewek. Gue kekurangan figur seorang ayah.

Gue mulai berubah ketika gue pindah ke Jakarta dan mengenal seorang wanita yang menjadi tetangga gue sekeluarga. Dia sampai sekarang adalah sahabat nyokap gue. Dia yang mendorong gue untuk berubah menjadi anak yang lebih percaya diri dan mau ngomong. Dan gue sedikit-sedikit mulai berubah. Gue bagaimanapun pintar bergaul. Gue punya lima sahabat karib saat TK, seorang sahabat yang adalah tetangga depan rumah, dan gue deket dengan semua temen-temen sekolah pas SD.
Masa kecil gue itu menyenangkan. Gue juga masih mudah bergaul sekali dengan cowok. Gue punya banyaakk temen cowok juga. Apalagi dulu gue juga les drum, jadi otomatis temen gue cowok semua.

Ketika gue masih anak-anak, gue ini bener-bener anak yang lain daripada yang lain. Gue memang sudah tampak tomboy dulu. Gue anak yang suka sekali membaca. Entah kenapa gue bisa suka baca. Mungkin karena kebanyakan baca majalah anak-anak semacem bobo, ino, girls, atau princess...
Buku bacaan gue juga berat banget. Gue suka buku-buku sains, geografi, dan gue mulai terjun membaca novel teenlit sejak 2 SD. Yeah, gue ini Natasha si kutu buku. Alhasil, gue juga mulai pake kacamata sejak masih 2 SD.

Natasha yang dulu juga suka belajar banyak hal. Gue les drum dan suka banget main drum. Gue les bahasa Inggris (walau les-nya juga gak bener), gue les pelajaran untuk mempertahankan nilai akademis... pokoknya gue berusaha menyeimbangkan kepintaran gue. Gue juga inget banget kerjaannya olahraga waktu SD. Gue hobi banget main bentengan pas sebelum bel masuk, maen petak umpet pas istirahat, dan main sepak bola pas pulang sekolah. Yeah, gue cukup macho untuk ukuran cewek. Oh yea! Gue juga sempet les berenang meski gue gaktau kenapa sekarang gak bisa berenang dan gue juga dulu bisa main sepeda, dan sekarang juga gak bisa.
Gue mau belajar bagaimana caranya masak, tetapi sekarang gue aja masih gak berani nyalain kompor.
Dan yeah, saat kelas 5 SD, gue ke gereja sendiri. Sekolah minggu sendiri, tanpa ada keluarga yang nemenin gue. Gue mulai belajar inisiatif sendiri...

Dan yeah, kehidupan gue tidak selamanya berjalan sesempurna waktu SD. Gue masuk ke SMP yang gue idam-idamkan sehingga gue semangat menjalani masa SMP gue. Harus gue akui, SMP itu masa-masa yang abstrak. Gue banyak mengalami perubahan, konflik, dan tekanan saat SMP. Gue ngerasa SMP itu jenjang yang kejepit. Dibilang anak-anak, tapi yah udah lumayan gede, dibilang gede tapi masih kelewat bocah... serba salah.
Gue mulai berubah sejak menghadapi berbagai konflik pertemanan. Gue juga jadi menjaga jarak dengan semua cowok karena kejadian di SMP. Gue mulai semangat untuk belajar yah juga karena SMP. Yeah, sejauh ini masa-masa SMP membawa dampak besar bagi kehidupan gue.

Gue mengalami yang namanya dibegoin cowok. Sekarang bahasa gaulnya di-PHP-in. Gue bener-bener  dibutakan oleh yang namanya cowok, gue dibuat sakit hati oleh tiga cowok sekaligus sehingga gue sendiri jadi takut untuk jatuh cinta. Gue takut sakit hati lagi sampai terbawa sekarang....
Gue berantem besar-besaran oleh sebuah kelompok yang tidak menyukai kelompok gue dan teman-teman gue. Gue bolak-balik dibawa ke ruang BK. Tak lama kemudian, gue pun berantem sama temen-temen gue sendiri... gue dipanggil lagi ke ruang BK. Alasannya juga gue agak lupa sih kenapa. Seinget gue yah gara-gara cowok. Karena Natasha yang dulu suka temenan ama cowok jadi ia terlihat centil.
Namun, gue kembali berteman dengan mereka. Walau tentu saja, tetap ada jarak.

Gue mengenal teman-teman gue sekarang sejak kelas 8. Gue mulai jauh dengan teman-teman gue itu karena kita beda kelas semua, sahabat gue juga pindah sekolah. Disaat kelas 8 inilah gue mulai berubah. Kepribadian gue mengalami perubahan pesat. Dari sanguin berubah menjadi melankolis.
Gue belum kuliah psikologi jadi yah... gue gak tau deh kenapa bisa terjadi begitu. Gue jadi rajin belajar, prestasi gue mulai meningkat, gue ganti temen, gue mulai menjaga jarak dengan cowok, dan gue menikmati masa SMP gue. Gue ikut eskul-eskul yang menyenangkan semacam fotografi dan jurnalistik. Gue juga inget banget seneng melakukan proyek bikin film. Judul film gue dulu 14 Hari Mengejar Cinta. ;) Starring Natasha, Hanie, Destriny, Michelle, dan Nathanael.

Gue lantas menjalani akhir dari tingkat SMP dengan merasa galau sekolah dimana. Jujur aja gue gak punya minat ke SMA manapun. Akhirnya gue yahhh berakhir berada di SMA gue sekarang. Pertama, karena gue tau sekolah ini bagus,ketat, dan disiplin. Kedua, teman-teman gue banyak yang disini. Ketiga, gue tidak tahu mau kemana lagi. Gue juga jadi tambah takut jatuh cinta karena disakitin hati sama seorang brondong. Gue bingung kenapa gue berani ngasih cokelat ke dia pas Valentine.
Yeah, gue lulus SMP, dan gue rasa itu juga dimulainya diri Natasha yang baru.

Masuk SMA, gue merasa tertekan. Gue udah gak mikirin lagi yang namanya naksir-naksiran cowok. Well, gue tetep aja sih naksir kakak kelas :3 dan gue sangat kanget dia sekarang. "Semoga kuliah lo sukses yahh! :3". Yeah, kelas 10 gue merasakan lelahnya menjadi anak SMA. Semua pelajaran dipelajarin men! Gue sangat sangat sangat bangga gue masih bisa bertahan di kala badai topan dunia begitu. Gue lebih fokus ke pelajaran dibanding yang lain-lain. Gue juga tidak begitu membuat teman baru, walau gue yah masih ngomong-ngomongan sama temen-temen sekelas. Gue juga yang ikut futsal, juga kenalan sama anak-anak futsal lainnya. Namun, tetep aja... gue udah berubah.

Naik ke kelas sebelas ini... gue makin gak jelas lagi. Entah mengapa gue jadi terkesan jutek. Orang-orang jadi takut sama gue :| padahal gue ini kan... baik. Gue emang sih jadi suka cemberut (Tapi toh emang gue suka cemberut dari dulu), gue diem ketika orang-orang lagi sibuk ngomong, otak gue melayang-layang saat orang-orang sibuk ngobrol. Gue jadi seperti zombie, gue tidak punya keberanian lagi untuk jatuh cinta yang "Sesungguhnya". Gue jadi berubah juga dalam hal berpakaian. Karena banyak acara seventeen, yah... mau gak mau gue jadi lebih modis dikit sekarang.

Sekarang, gue jadi orang yang pemalu lagi, tidak percaya diri, low self-esteem, dan cenderung gak ramah diluar dari lingkaran pertemanan gue. Yeah, gue gak lagi tuh menyapa orang-orang. Gue mungkin memang berubah jadi jutek dan sombong. Mungkin begitu... Gue juga diem-diem aja dan menghindari konflik. Gue benci dan lebih memilih memaafkan daripada berantem gak jelas. Apalagi sama orang-orang deket. Gue juga berusaha menyukai siapa saja walau gue gak suka karena gue menghindari yang namanya punya musuh. Gue yeah... masih terjebak di kenangan pahit masa lalu.

Gue ingin berubah lagi. Gue takut semakin dewasa gue, semakin tua diri gue... gue malah jadi gadis pemalu yang gak suka bergaul dan lebih memilih duduk diam sambil menulis di depan komputer.
Bagaimanapun gue kangen dengan sosok masa kecil gue yang periang, sensitif, dan mau bergaul sama siapa saja. Gue yakin gue bisa asal tidak takut lagi berubah. Tidak terbayangi lagi akan masa lalu kelam. Apa yang harus gue lakukan? Melupakan masa lalu atau belajar dari pengalaman?

Well, mungkin ini aja yang mau gue bagikan. Gue merasa hampa. Gue membenci kepribadian gue yang sekarang...

Love
Natasha yang berharap sekolahnya kebanjiran sehingga KBM akan ditiadakan hari Senin besok.

PS : Tadi gue ketemu temen-temen SD setelah beberapa lama gak ketemu. Sungguh gue merindukan mereka, teman-teman masa kecil gue :* And by the way, thank you so much Melody Amadea karena membuat gue terinspirasi dari film pendek lo.






No comments:

Post a Comment