Hey there!

I'm Natasha, the author of this blog. I'm also a psychology student who is working hard to be a novelist. I like thinking deeply mainly about life. I'm not a wise person, I'm simply just a girl who wants inspire the world through my writing.

Hope you enjoy every single of my posts.

Lots of love!
Natasha

PS : Feel free to comment on my posts, I will definitely reply to your comment!


BLOG READERS SURVEY
Please kindly do this survey, it will only take a little of your time! :)

03 July 2014

Mengenal Diri Lebih Jauh


Seberapa penting sih sebenernya buat kita untuk mengenal diri sendiri?
Menurut gue pribadi, kalo kita bisa mengenal diri kita sendiri dengan baik, kita juga bisa dengan mudah mengenal orang lain. Kalau kita bisa saling mengenal (terutama tau sifat-sifat buruknya) otomatis hubungan kita sama temen-temen juga jadi lebih baik. Gak ada yang namanya salah paham.
Mengenal diri sendiri juga bermanfaat untuk menempatkan diri kita di masyarakat. Kita tahu dimana tempat yang cocok buat kita. Kita tahu apa kekuatan dalam diri kita yang bisa ditonjolkan, dan kekurangan yang harus kita coba untuk ubah. Dengan gitu, dalam menjalani hidup yang cuma sekali ini, semuanya gak sia-sia. Semuanya berguna deh.

Selama sekolah, gue udah pernah ikut 2 kali semacam tes IQ dan psikotes gitu. Waktu kelas 8 dan 10. Hasilnya walau secara persisnya gue udah lupa, waktu kelas 8 menunjukkan kalau kecerdasan gue yang paling tinggi adalah Logika. Gue sangat terkejut karena gue sendiri merasa tidak pintar dalam menggunakan logika. Kedua yang tinggi kalau tidak salah ingat adalah intrapersonal, yang artinya kemampuan mengenal diri sendiri.
Hebatnya di psikotes kelas 10, kemampuan gue yang paling tinggi adalah interpersonal, yakni kemampuan mengenal orang lain terus linguistik, bahasa dan kemudian diikuti oleh intrapersonal lagi.
Kalo ada tes kecerdasan gitu memang sih kemampuan gue yang sering muncul yah itu tadi intrapersonal.

Memang pada dasarnya, gue yang minat di ilmu psikologi, gue ini memang suka banget tes-tes kepribadian semacam itu. Gue juga mintain temen-temen, cici gue , mak gue buat nge-tes kepribadian mereka.

Salah satu metode yang gue pake adalah Tes 4 Temperamen. Temperamen manusia katanya sih dibagi jadi 4.
Pertama ada Sanguinis. Orang-orang mengenal si orang sanguinis ini sebagai anak yang ramah, ceria, kayaknya jarang banget sedih, lucu, pokoknya yang selalu meramaikan suasana di dalam sebuah kelompok sosial. Sayangnya dia ini orangnya kadang suka terlalu berisik dan gampang bosen
Kedua ada Koleris. Orang koleris ini adalah si pemimpin yang tegas dan percaya diri. Mereka yang biasanya mengarahkan kelompok itu kemana harus melangkah. Eh cie. Bisa bayangin kan orang-orang yang kaku dan tegas kayak di film-film gitu? Nah mereka itu golongan koleris.
Ketiga ada Plegmatis. Orang plegmatis itu menurut gue adalah pengikut di dalam suatu kelompok. Yang kemana aja manut. Dia yang membawa kedamaian, tenang, tetapi cenderung lambat. Terus mereka juga kurang tegas beda dengan koleris, mereka juga cenderung pemalu.
Keempat ada yang namanya Melankolis. Nah orang sering beranggapan melankolis ini tipikal anak yang kerjaannya cuma duduk di pojok dan menghindar dari interaksi sosial. Tidak. Orang melankolis itu bisa dibilang yang suka menganalisis. Yang suka menemukan ide, solusi baru. Namun, kelemahan melankolis ini dia moody, pesimis, dan cenderung depresi karena terlalu kelewat mikirin sesuatu.




Nah kira-kira begitulah gambaran keempat temperamen itu. Istilah extrovert sama introvert pasti juga udah gak asing lagi kita denger.
Extrovert itu adalah si sanguinis dan koleris. Mereka ini kekuatannya adalah dunia luar. Maksudnya adalah dia mengisi energi sehari-hari mereka itu dengan menghabiskan waktu bersama orang lain. Kalo mereka ngobrol sama orang-orang banyak, suka jalan-jalan ke luar rumah, dan gak betah banget rasanya cuma sendirian doang di kamar... mereka-lah si extrovert.
Sementara lawannya adalah introvert. Yang tergolong introvert itu adalah si Plegmatis dan Melankolis. Salah banget kalo mengira introvert itu anak-anak freak. Mereka bukannya freak. Mereka si introvert ini kebalikannya dari extrovert, mereka butuh waktu sendiri lebih banyak. Karena dengan sendirian, menghabiskan waktu melakukan hal yang dia suka, rasanya mereka kembali hidup lagi. Berinteraksi dengan orang itu bagi mereka membuang energi mereka. :) Jadi jangan takut kalo kalian introvert itu, bukan berarti kalian ansos.

Uniknya, setiap orang itu sebenernya punya ciri-ciri dari keempat temperamen. Hanya aja yang mana yang lebih dominan dalam diri kita itulah yang menunjukkan temperamen kita. Adanya perpaduan kepribadian (istilahnya kepribadian yang diblender jadi satu) itu memang banyak terjadi. Setiap orang gak harus pure satu kepribadian. Perpaduan kepribadian yang lumrah itu biasanya Sanguinis-Koleris (Ini membentuk kepribadian powerful banget), Plegmatis-Melankolis (Ini orangnya biasanya pemalu dan pesimis begitu), Melankolis-Koleris (Ini pemimpin kaku yang suka menganalisa... bayangkan aja), ada juga Sanguinis-Plegmatis (yang pintar bergaul dengan orang sekitar), dan bisa aja dibalik tergantung sifat dominannya (Koleris-Melankolis, Plegmatis-Melan,dll). Hanya yang katanya gak mungkin bergabung itu Sanguinis-Melankolis dan Koleris-Plegmatis (karena karakternya berlawanan).

Jadi, Natasha... kamu tergolong di temperamen yang mana? 

Well, dari gue SMP sampai sekarang. Mau gue tes di sekolah, di buku-buku yang gue beli, atau di internet hasilnya selalu sama.
Yeah... gue adalah introvert sejati. Gue memiliki perpaduan temperamen Melankolis-Plegmatis. That's why jika kalian lihat... gue memang lebih memihak ke golongan introvert. Hahaha.
Jadi beginilah si kepribadian Melankolis-Plegmatis (diambil dari : http://konsultasi.blog.com/karakter-dasar/ )



Tipe ini merupakan kombinasi dua tipe yang sifatnya tertutup. Dari sisi penampilan, orang ini sangat pendiam. Mereka juga jarang mau memulai pembicaraan dengan orang lain dan lebih memilih menjadi pendengar. Tipe ini sangat tertutup dan kadang-kadang terlihat lebih asyik menyendiri. Mereka juga sangat menghargai pertemanan dan persahabatan, tapi lebih menyukai belajar dan membaca sendiri selama berjam-jam daripada bersosialisasi dengan teman-temannya.
Si Melankolis-Phlegmatis ini sangat hebat dalam perencanaan jangka panjang, mengorganisasi, dan sangat memerhatikan hal-hal detail. Tipe ini biasanya percaya bahwa sukses harus dicapai dengan cara yang benar dan ideal, misalnya dengan menempuh pendidikan setinggi-tingginya, termasuk mengambil magister atau doktoral. Sisi phlegmatisnya cenderung menghindari konfrontasi berlebihan walaupun tetap harus mempertahankan kebenaran. Sifatnya pasif. Contohnya, walaupun mempunyai beberapa teman sejati, mereka jarang sekali berinisiatif untuk lebih dahulu menghubungi mereka. Tipe orang ini justru merasa tertekan atau tidak nyaman berada dalam keramaian dan bersosialisasi dengan banyak orang.
Mereka cenderung menolak atau berkata “tidak” saat menerima permohonan dari orang lain. Orang yang tidak tahu sifatnya mungkin akan menganggap mereka sombong atau lebih mementingkan diri sendiri. Kenyataannya, mereka terlalu bethati-hati, penuh pertimbangan, dan benaknya banyak dimasuki pikiran-pikiran negatif tentang permohonan tersebut. Kecenderungan sisi melankolisnya yang suka memikirkan segala sesuatu secara mendalam digabungkan dengan sisi phlegmatis yang peka terhadap hubungan dengan orang lain sering menyebabkan orang tipe ini merasakan luka hati dan kekecewaan mendalam sampai depresi jika dikecewakan orang-orang terdekatnya.
 


Gue sangat setuju di bagian jarang mau memulai pembicarqaan dengan orang lain. Terus menghargai pertemanan, tapi lebih suka baca sendiri berjam-jam daripada bersosialisasi... ini gue banget. Hehehe. Terus yang bagian tidak nyaman berada dalam keramaian dan bersosialisasi dengan banyak orang... hmm ini gue banget juga. Dan memang gue suka sekali merasa sakit hati. Hiks. Gue memang begitu deh. Gue lebih suka duduk di depan komputer, nulis, makan, dengerin lagu, streaming serial TV favorit, terus baca novel deh. For me... it's like the definition of heaven on earth. Orang bilang gue ini sombong, dan tidak ramah. Bagi gue itu memang benar kalau kalian baru mengenal gue atau cuma jadi teman biasa. Gue memang gak bisa deh memulai pembicaraan atau sok kepo. Gue baru bisa begitu, kalau udah lumayan sering berinteraksi atau gue care sama mereka. Hehehe. 


Tetapi, gue ini juga lucu. Dengan teman-teman dekat gue, apalagi dalam kelompok kecil (3-5 orang) gue bisa jadi yang paling berisik. Yang paling cerewet ngomong dan cerita-cerita. Bingung, kan? Gue memang lebih suka berada di kelompok kecil karena menurut gue itu jauh lebih nyaman dan mendalam. Oh yeah, karena gue ini si Melankolis... gue lebih suka membahas sesuatu yang "dalem", contohnya mau kuliah apa, terus bisa jadi tentang kehidupan, atau menceritakan pengalaman-pengalaman gitu deh. Yeah, you can say I'm quite boring person. Apalagi kalo gak deket, rasanya orang bakal judge gue sebagai cewek sombong (dengan muka manyun terus), tidak ramah (karena gue tidak suka memulai pembicaraan), dan awkward. Gue merasa pembicaraan basa-basi itu paling gak banget. Kayak sok "iya aduhh gue gak bisa", "ya ampun gak apa kok", dll... itu semua membuat gue awkward gimana gitu. Karena gue bukan jenis orang yang bisa begitu. Gue ngomong hanya seperlunya. Dan yeah, gue lebih  menyukai interaksi lewat tulisan, chatting, atau pake media deh. Gue paling susah dan gak nyaman kalau harus face to face. So, jangan kaget bagi yang kenal gue kayaknya diem-diem gitu, pas di chat jadi cerewet. Itu karena gue orangnya pemalu. Hehehe.

Metode selanjutnya dikenal sebagai MBTI Test (Myers-Briggs Type Indicator). Nah metode mengenal kepribadian orang satu ini gue bilang yang paling akurat karena bener-bener spesifik. Jadi, MBTI ini dipelopori oleh si Myers-Briggs (ibu dan anak) berdasarkan tulisan psikolog terkenal, Carl Jung. 
Metode ini sering dipake untuk psikotes.  Dan di MBTI ini, kepribadian orang itu terbagi menjadi 16 kelompok berdasarkan :
- Extrovert / Introvert -> Orientasi energi ke dalam atau ke luar?
- Sensing / Intuition -> Bagaimana seseorang memproses data. Apakah dia realistis atau abstrak?
- Feeling/ Thinking -> Bagaimana orang mengambil keputusan? Objektif atau subjektif?
- Judgment / Perceiving -> Sebrapa fleksibel diri kita? Harus penuh rencana atau spontan?

Nah, diri gue kalau di tes pake MBTI ini menunjukkan antara ISFJ dan INFJ. Gue baca-baca dari setiap page psikologi gitu, INFJ adalah salah satu kepribadian langka di dunia. Hanya sekitar 1% dari total penduduk dunia. Namun, gue lebih condong ke ISFJ.

Gimana sih kepribadian ISFJ itu?



ISFJ tertarik dalam menjaga ketertiban dan harmoni dalam setiap aspek kehidupan mereka. Mereka yang sabar dan teliti dalam menangani tanggung jawab mereka. Meskipun tenang, mereka adalah orang-berorientasi dan sangat perhatian. Mereka tidak hanya mengingat detail tentang orang lain, tetapi mereka mengamati dan menghormati perasaan orang lain. Teman dan keluarga cenderung menggambarkan mereka sebagai bijaksana dan dapat dipercaya.
ISFJ paling peduli dengan merawat orang dengan menjaga mereka tetap aman dan aman. Mereka adalah pengasuh sederhana yang tidak menuntut imbalan atau terima kasih atas upaya mereka. Mereka pada dasarnya penuh kasih dan dalam kesabaran lebih dalam ketika berurusan dengan orang-orang berkebutuhan khusus. Mungkin bagi orang yang belum mengenal ISFJ salah membaca mereka sebagai orang yang angkuh.
Hanya di kalangan teman dan keluarga mereka merasa tenang dan nyaman berbicara dengan bebas. ISFJ adalah orang-orang yang serius dengan etika kerja yang kuat, tidak mementingkan diri sendiri. Mereka percaya untuk menjadi cermat dan hemat. Mereka bekerja dengan baik dan menikmati merawat orang lain, mereka tidak suka memberi perintah.
Ringkasan: Tenang, ramah, bertanggung jawab, dan teliti. Komitmen dalam memenuhi kewajibannya. Teliti, telaten dan akurat. Setia, perhatian, ingat dengan spesifik tentang orang-orang yang penting bagi mereka, peduli dengan perasaan orang lain. Upaya untuk menciptakan lingkungan yang tertib dan harmonis di tempat kerja dan di rumah.
Kata kunci: Terorganisir, menjaga apa yang telah dicapai, membangun konsensus, orang yang punya keterampilan.
Karir pekerjaan: Berhubungan dengan kesehatan, perawat, dokter, konsultan, pendeta/ustad, dan pelayanan sosial.
Yah begitulah gue. Kayaknya gak ada yang gue bantah satu pun dari kalimat itu. Hehehe...
Yang terakhir ini bukan dari teori kepribadian manapun. Ini berasal dari Zodiak gue alias tanggal lahir gue. Gue yeah... kaum Cancerian. Cancer memiliki lambang zodiak berupa kepiting. Dari 21 Juni-22 Juli. Well, gue tidak mempercayai ramalan. Tetapi entah mengapa gue percaya kalau zodiak gitu mempengaruhi juga gimana kepribadian mereka pada umumnya. Gak percaya? Coba tengok temen-temen kalian yang sama-sama Cancer kayak gue. Apakah dia anaknya cenderung pendiam? mukanya agak jutek dari luar, tapi aslinya baik dan ramah? Hehehe... entah kenapa gue ngerasa kalau Cancer memiliki persamaan dengan sesamanya.
Cancer adalah pribadi yang penuh emosi, sensitif, protektif dan memiliki pertahanan diri yang tinggi. Kaum Cancer lebih memilih untuk bekerja sendiri dan melakukannya secara diam-diam bila ada sesuatu yang sudah direncanakan. Ini dilakukan agar kelak bila rencana yang mereka kerjakan tidak berhasil, maka mereka tidak perlu repot-repot mendengar kritikan dan cemoohan dari rekan-rekan terdekat mereka. Dengan kata lain, segala sesuatunya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Dalam pergaulan, Cancer termasuk type yang selalu menepati janji termasuk dalam urusan hutang dan juga setia dan melindungi. Cancer adalah pribadi yang agak sulit untuk ditebak, namun begitu, mereka memiliki perhatian yang penuh pada rekan-rekan mereka juga pada lingkungan sekitar, termasuk masalah kebersihan. Dalam hal-hal tertentu. Bisa dikatakan Cancer adalah type rumahan. Mereka bisa betah berada di rumah dan sangat membanggakan apapun yang berada di sekitar tempat tinggalnya juga segala hal yang dilihatnya. Kaum Cancer tidak akan sembarangan membuang barang- barang yang dianggap sudah tidak diperlukan. Mereka lebih memilih untuk menyimpannya dengan catatan “Siapa tau suatu saat diperlukan”, maka jangan heran, sekalipun Cancer menyenangi kerapian, mereka tetap saja suka menumpuk-numpuk barang di tempatnya. Sekretaris dan sejenisnya adalah bidang pekerjaan yang tepat bagi Cancer karena daya ingat mereka yang luar biasa untuk mengingatkan teman/rekannya akan hal-hal yang telah kamu lakukan di masa yang lalu juga yang akan datang. Maka jangan heran, kalau suatu saat Cancer mengingatkanmu pada suatu petualangan/kisah yang sudah terlupakan olehmu, Cancer dengan kekuatan daya ingatnya mampu merekam semua moment secara mendetil. Bila hal itu adalah hal yang lucu, tentu akan menjadi nostalgia yang mengundang gelak tawa, namun bila kejadian/momen masa lalu adalah hal-hal yang menyedihkan, tentu saja itu akan membuat kamu terkenang kembali pada suatu peristiwa yang tidak mengenakkan. Bagi CAPRICORN sebagai pasangan serasi Cancer, berbahagialah. Karena Cancer adalah type pengasih dan setia. Yang dibutuhkan oleh Cancer hanya rasa aman disamping pasangannya. Namun jangan pernah mencoba untuk “playing game” dengan Cancer, karena kaum Cancer disamping dianugerahi daya ingat yang kuat, juga dikaruniai intuisi yang kuat sehingga dapat mengetahui pikiran, niat dan perasaan teman- teman ataupun orang yang baru dijumpai. Dalam menghadapi Cancer, dibutuhkan kesabaran yang penuh. Dibutuhkan eksplorasi waktu yang tepat untuk mengemukakan suatu keinginan atau uneg-uneg. Tidak perlu berteriak atau mengancam putus bila ada permasalahan karena Cancer termasuk type yang nekad bila harga dirinya merasa tertantang.
Well....... sebagai seorang Cancer, yeah gue merasa seperti diatas. Gue melihat kalau rata-rata Cancer itu orangnya yah itu pendiam. Moody. Sensitif dalam arti dia gampang tersinggung. Gue suka banget tuh yang bagian "tipe rumahan" dan "memilih untuk menyimpan barang-barangnya...". Ini gue banget. Yeah, entah mengapa gue merasa punya kemampuan mengetahui perasaan orang hanya dengan berada di dekatnya atau at least lagi chat sama dia. What a talent banget yah.

NAHHHH, setelah melihat 3 pendekatan (Temperamen, MBTI, dan Zodiak) jelas banget bahwa kesimpulan diri gue ini kira-kira seperti ini :
  • Pendiam
  • Sensitif
  • Homey (suka di rumah)
  • Introvert
  • Bisa mengetahui perasaan orang disekitarnya
  • Dari luar terlihat sombong, aslinya baik hati (?)
  • Sabar
  • Bukan orang yang suka spontanitas
  • Tidak suka dimarah-marahi (apalagi dibentak... diteriakkin)
  • Perfeksionis!
  • Tidak tegas alias lembek
  • Tidak bisa marah
  • Pendengar yang baik
  • Tidak percaya diri
  • Self-conscious
  • Pemaluuu
  • Tidak suka dengan tempat atau suasana yang tidak familier
  • Gampang homesick
  • Suka di comfort-zone aja
  • Kaku dalam perasaan
  • Kalau lihat masalah selalu dari sisi negatif-nya dulu (Jadi pemurung dan tertekan gitu deh)
  • Puitis 
  • Tidak suka dipermalukan!
  • Penakut
  • Cinta damai
  • Tidak menyukai kelompok besar
  • Tidak sukai keramaian dan hura-hura berlebihan
Yah intinya begitulah sosok gue. Entah mengapa dimana-mana. Dengan metode apapun. Hasilnya kepribadian gue yah begitu-begitu aja. 

So, teman-teman jangan malas untuk mengetahui diri kita sendiri karena penting lho. Mengetahui apa yang menajdi kekuatan kita, dan apa yang menjadi kelemahan kita. Dijamin kita bisa menjadi orang yang berguna. Hidup ini takkan sia-sia. 

Love
Natasha yang cemas memikirkan D-day

H-16 (I'm going to embarrass myself in front of everybody)




02 May 2014

In Memorial Ibu Frida

Yeah, kemarin malam sekolah gue mendapat kabar luar biasa dukacita karena salah satu guru senior, guru tergalak, terfavorit, terbaik, terpopuler, pokoknya paling TOP ini dipanggil Tuhan. Hiks.
Dia memang udah gak ngajar sejak 2 minggu yang lalu. Awalnya, gue kira toh Ibu Frida hanya sakit biasa. Dia bakal balik ngajar lagi. Gue masih seneng-seneng karena jam pelajaran dia kosong. Hiks.
Ternyata gue salah. Gue udah mulai punya bad feeling ketika denger Ibu Frida masuk ICU terus masuk ICCU. Entah kenapa gue tahu dia gak akan bertahan lama. Dan bukannya mendoakan beliau gak sembuh, tapi... feeling itu begitu kuatnya sampai begitu gue mendengar kabar Ibu Frida meninggal... rasanya itu bukan suatu hal yang membuat gue kaget. Memang tetap gue terpukul kehilangan guru favorit gue... tapi di satu sisi, gue merasa bersyukur kepada Tuhan karena dia tidak perlu bersusah payah ketika menghadapi kematiannya. Dia meninggal dalam damai. Gue percaya itu. Itu karena dia begitu baik banget.

Gue diajar Sosiologi, salah satu pelajaran mayor IPS sejak gue di kelas X. Masa-masa ketika gue benar-benar stress banget sama urusan sekolah. Beliau itu salah satu guru fenomenal karena dari penampilannya aja, kita tahu kalau dia itu tegas. Dia punya karisma. Dan itu terbukti dengan benar. Bu Frida punya suara yang menggelegar dan pastinya terdengar satu kelas. Cuma anak budek yang gak denger suaranya.
Well, hiks... gue paling inget setiap jam pelajaran dia, kita semua bakal duduk tak berkutik di tempat kita. Dan biasanya anak yang duduk paling deket pintu atau jendela bakal ngasih kode "Mamatua dateng" ketika mereka udah ngeliat bayangan Bu Frida berjalan. Hiks. Gue sedih banget inget masa-masa itu.
Dia guru yang lain daripada yang lain. Gue sendiri pribadi menganggap dia menjadi satu-satunya guru yang menanamkan disiplin di sekolah gue. Bahkan gue bisa berani bilang kalau sekolah gue dicap disiplin karena pelopornya yah Ibu Frida ini. Dia begitu mengintimidasi murid-murid. Dari auranya yang galak dan suaranya yang kencang itu... membuat murid siapapun kadang refleks membetulkan kesalahannya (contoh : manjangin kaos kaki dengan sendirinya, manjangin rok, yang cewek-cewek langsung ngiket rambut) tanpa perlu dia ngucapin sesuatu. Hanya perlu melihat bayangan Bu Frida, semua murid sontak merapihkan dirinya. Dan yeah, memang gak enak punya guru kayak gini, tapi inilah yang bikin sekolah gue maju. Dan... sayangnya dia sudah dipanggil Tuhan.

Pelajaran Sosiologi menjadi pelajaran yang paling diandalkan anak-anak IPS. Bu Frida suka ngasih catetan yang kebanyakan diluar dari buku cetak, dan yang perlu kita lakukan sebelum ulangan adalah menghafal catatannya dengan baik, dan voila dijamin besok pas ulangan kita dapet 100. Karena itulah ciri khas Bu Frida. Hanya perlu menghafal catetan darinya, maka kita pun bisa mengerjakan soal ulangan.
Selama gue kelas X, dia selalu ngasih soal ulangan essay 5 nomor. Dan baru gue ngerasain dia ngasih ulangan PG pas kelas XI semester 1 kemarin, dan semester 2 ini dia kembali ke kebiasaan lamanya. Ngasih soal essay.
Biasanya pas ulangan, dia bakal buka pintu kelas, dan kita semua sudah harus stand by pen sama kertas ulangan karena dia bakal teriak "Nomer 1...." Hiks. I will miss her voice.
Untung gue gak pernah dapet jelek di pelajaran Sosiologi. Gue berhasil membuatnya tersenyum ngeliat nilai gue yang untungnya semuanya jauh melebihi nilai KKM. Thanks bu, karena ibu gak membebani kita lagi. Kita semua udah cukup dibuat pusing dengan pelajaran mayor lain yang menuntut kita berpikir keras dalam mengerjakan soal. Tapi dia meringankan beban kita sedikit.

Bu Frida gak suka sama anak yang tiduran pas pelajaran. Dan gue akui, gue suka banget tiduran di meja. Gue merasa sebel banget karena dia meneggakan peraturan semacam ini. Gue gak bisa menahan kantuk jadinya. Apalagi kalau hari Selasa, kelas gue kebagian jam pertamanya dia. Hiks.
Mata dia jeli. Dia bisa ngeliat anak yang gak konsentrasi. Dan gue ingettt banget kebiasannya membangunkan "sukma" anak yang gak konsentrasi. Dia bakal nepuk jidat anak itu supaya bangun. Hiks. Gue juga inget istilah Bu Frida , 3S yakni Stress, Struk, Setop. :')
Kebiasannya yang unik lagi adalah dia memanggil kita semua dengan sebutan "Anak Manusia" dan gak ada guru lain yang manggil kita kayak gitu. Hiksssssss....

Disela-sela mencatat, Bu Frida suka banget cerita. Dan gue harus akuin, dia punya banyak cerita inspiratif yang patut dijadikan pelajaran kita dalam hidup. Pengalaman-pengalamannya membuat gue kadang tersentuh, kadang tersadar kalo harus begini, dan kadang kepikiran juga.
Salah satu yang gue inget dari sekian banyak ceritanya adalah... sebagai cewek, kita gak boleh bergantung sama suami kita kelak. Kita harus punya penghasilan sendiri supaya kita gak ditindas sama suami kita kelak. Ini sungguh pelajaran yang membuat gue termotivasi untuk jadi wanita terhormat yang sukses.
Gue inget juga ceritanya yang intinya mau mengatakan kalau kita gak boleh memandang rendah orang yang statusnya dibawah kita. Kita harus memperlakukan semua orang dengan sama. Kita juga gak boleh sombong sama orang.

Yang lebih ngenes lagi gue inget dia pernah cerita kalau dia sama suaminya pernah dateng ke pemakanman temennya yang seinget gue sih dia kayak sombong gitu, dan alhasil yang mau melihatnya untuk terakhir kalinya pun juga hanya segelintir. Dan omongan dia terbukti tadi. Ada banyaak orang murid, alumni, temen-temen, sodara-sodara Bu Frida yang dateng buat memberi penghormatan terakhir buat dia. Hiks. Yeah, gue bakal menjadikan omongannya sebagai pelajaran berharga di dalam hidup gue. Makasih yah Bu atas semua pengalaman-pengalaman Ibu yang udah ibu kasih ke kita.... hiksss... saya bakal mencoba hidup seperti itu, Bu :')))

Gue gak begitu menyadari kalau sebenernya Bu Frid udah ngasih "pertanda". Temen-temen gue cukup menyadari dari kata-kata tersiratnya ketika lagi cerita. "Saya rencananya mau pensiun buat ngurus cucu, tapi kalo Tuhan ngizinin saya pensiun duluan..." dan setelah gue inget-inget dia cerita 3-4 kali tentang kematian gitu deh. Well, entah ini hanya kebetulan atau memang suatu pertanda.... Well, beliau memang sudah dipanggil Tuhan.

Hiksss... gue bakal merindukan banget guru terdisiplin dan terkiller yang pernah gue temui selama gue sekolah ini, guru tergalak tapi juga sebenernya baiikkk banget, guru yang memang memiliki jiwa guru yang mau mendidik kita bukan hanya sekedar pinter tetapi juga membentuk karakter kita jadi anak yang baik... hiks. Gue bakal kangen banget disuruh baca buku sama dia, sementara dia bolak-balik bukunya sambil nyanyi. Dia nyanyi lagu-lagu sekolah minggu dan biasanya gue bakal ngelirik temen gue dan bilang "Denger suara Bu Frid". Yeah suara dia merdu sampe gue merinding dengerinnya.
Hiks. I'll miss her voice.......

Gue tidak begitu menangis saat ikut kebaktian penghormatan terakhirnya itu. Yang ada dalam pikiran gue adalah... apakah semua ini nyata? Gue cuma bisa miris di dalam hati ngeliat anaknya Bu Frida nangis manggil "Mama..." dan sodara-sodara Bu Frida yang nangis kenceng. Gue masih berpikir lagi... apa iya Bu Frid beneran meninggal? Gue mikir ini sebuah lelucon dan Bu Frida bakal balik ngajar kita lagi minggu depan. Hiks. Tapi yeah.... dia cuma terbaring kaku. Bu Frida sudah gak bernyawa. Dan yeah... sekarang gue jadi sedih lagi.... hiks.

Well, teman-teman dan mungkin kakak-kakak alumni yang membaca ini, marilah kita mengingat jasa Bu Frida dalam membentuk kepribadian kita, dalam mendidik kita...... inget kebaikannya dan sikapnya kepada kita yang keras itu karena dia sayang sama kita. Karena dia pengen kita jadi anak yang disiplin supaya kelak kita semua jadi orang sukses. Hiks.
Memang kita gak bakal tahu betapa pentingnya sesuatu sampai kita kehilangannya. Hiks.

Akhir kata gue cuma mau menuliskan semoga Ibu Frida bahagia di surga sana. Kita disini bakal terus mengingat semua kebaikan Ibu Frida.

Rest in Peace
Ibu Frida Dewi Hasibuan :')

Love Lesson

Sebagai seorang cewek, kita dalam posisi yang serba salah dalam sebuah hubungan. Well, let me tell you boys... yang membuat cewek sedih itu adalah ketika ia tahu bahwa cowok yang ia suka gak bisa jadi pacarnya.
Apa alasannya? Pasti yang terlintas dalam benak kalian adalah karena si cewek kurang menarik, si cewek kurang populer, atau si cewek pokoknya gak pantas mendapatkan si cowok. Tapi bukan hanya itu saja alasannya. Itu hanya beberapa faktor pendukung (yang seringkali memang jadi pertimbangan para cowok dalam memilih gebetan). Alasan sebenarnya adalah karena cewek hanya bisa menunggu kepastian dari si cowok. Si cewek cuma bisa menunggu si cowok yang melakukan first move. Karena apa? Walau udah zamannya emansipasi wanita, tapi tetep aja cewek gak bisa berbuat banyak. Cewek cuma bisa menunggu dan berharap ada 'durian runtuh' menimpanya.
Cowok menyalahkan kita karena tidak memberi sinyal?
Well, let me tell you.
Kalo cewek yang bikin first move, kesannya kita ini agak pathetic, dan belum tentu cowok yang kita deketin itu bakal memberi respon positif. Puji syukur kalau cowok itu demen ama kita, kalo enggak? Muka mau ditaroh dimana? Yeah, gengsi adalah salah satu alasan.
Dan ini nih yang juga ditakuti cewek kalau dia nyoba "PDKT" duluan ke cowok. Cewek bakal takut di judge temen-temen cewek nya kalau dia ini cewek agresif dan kegatelan. Siapa sihhh yang mau dibilang kegatelan??

Kadang cewek (apalagi yang belum pernah pacaran) memutuskan untuk menerima si cowok bukan karena ia mau mengenal si cowok. Bukan karena ia ingin belajar mencintai si cowok. Ini alasan konyol tapi nyata. Dia menerima si cowok karena dia cuma pengen pacaran. Dia cuma pengen nyobain pacaran. Dia cuma pengen punya pacar dan bisa banggain dan ditunjukkin ke temen-temen kalo dia punya pacar. Kaget? Atau malah biasa aja?
Yeah gue bisa berpendapat gitu karena gue pernah berpikir begitu. Yeah, hampir menjadi jomblo legal membuat gue agak takut karena belum pernah pacaran. Yeah, kalian boleh mentertawakan gue karena gue ini si cewek unattractive yang gak attractive dimata cowok-cowok. Well, bukannya gue gak peduli juga sih, gue hanya menganggap kalau mungkin ini belum saatnya bagi gue. Pasti ada lah saat gue akhirnya menemukan seseorang itu. Mungkin disaat gue sudah mulai kurus. Hiks.
Yang menjadi kesalahan banyak orang adalah mereka memutuskan pacaran karena terobsesi akan berada di dalam hubungan itu bukan karena ada keinginan untuk mengenal satu sama lain lebih baik. Alasannya apa? Supaya dia dianggap laku. Supaya setidaknya dia pernah nyoba pacaran.
Dan yeah have to admit it, tujuan gue pengen pacaran itu adalah supaya gue setidaknyaaa pernah nyobain pacaran. Namun, gue berpikir begitu sebelum gue melihat teman-teman gue satu per satu sakit hati karena pacaran. Ada yang pacaran cuma karena kasihan, ada yang pacaran cuma karena dia ditaksir ama cowok ganteng, ada yang masih pacaran karena dia gak mau jadi jomblo.
Gue jadi berpikir, ngapain harus terburu-buru pacaran kalau kita gak siap? Kalau kita emang gak berminat untuk mencintai seseorang?
Seriously, jika pola pikir kalian tentang pacaran hanya sekedar coba-coba tanpa bener-bener ngerasa seneng sama dia, lebih baik jangan. Apalagi kalau dia itu menyukaimu. You'll hurt his/her heart so bad.
Berada di dalam hubungan dimana cintanya cuma sepihak itu pastinya bakal kelihatan jelas dan gak bertahan lama. Hubungan itu akan berakhir mengenaskan. Dan ujungnya apa? Hanya membuat kedua belah pihak jadi tegang dan musuhan.

And trust me, lebih baik ditolak tapi kita tahu kalau dia emang gak tertarik sama kita (Emang pastinya bakal sakiiiiitttttt banget dan susah move on) daripada dia nerima kita tapi dengan embel-embel "kasihan" atau "ya udah deh terima aja toh gue lagi jomblo ini". Well, that's the wrong concept of relationship. Coba belajar membedakan mana orang yang lebih baik dijadikan teman (walau dalam hati kita pengen banget dia jadi pacar kita) dan mana yang memang pantas menjadi lebih dari sekedar teman.

Basic Knowledge About Friend
Pertama, teman itu tidak sering ngobrol berduaan dan tertawa bersama-sama.
Kedua, teman tidak chat-an tiap malem dan menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi...
Ketiga, kita gak mikirin teman setiap pikiran kita lagi kosong

Tapi kan kita masih muda... belum saatnya terlalu serius dalam berpacaran
Nah ini juga jadi persoalan yang lumrah dijumpai. Gue agak geli ngeliat temen gue kalo mereka pacarannya terlalu ekstrem. Misalnya, si cowok ngelarang si cewek buat jalan-jalan sama temen-temennya. Dia cuma boleh jalan-jalan sama dia atau keluarganya. Well, kayaknya gak harus sampe segitunya juga yah. Memang dia siapa? Bahkan bapak-mak gue aja bebasin gue pergi sama temen-temen.
Kalau kalian udah saling percaya satu sama lain, gak ada kata cemburu. Gak ada kata curiga. Gak ada pikiran negatif kalo dia selingkuh. Karena kalian tahu, walau mereka menghabiskan waktu bersama siapapun (mau sama cewek tercantik di sekolah/ cowok terganteng di sekolah) kalian tahu kalau dia itu sukanya ama kalian. Jadi buat apa terlalu protektif seolah kalian takutttt banget dia bakal pergi dari sisi kalian? Itu artinya kalian masih meragukan cintanya. Atau kalian sebenernya kalian bukan takut dia gak cinta kalian, tapi kalian takut kalau ada orang ketiga, dan hubungan kalian akan berakhir? Karena kalian hanya terobsesi dengan "pacarannya" bukan "orangnya".
Saran dari si jomblo ngenes ini, nikmati sajalah masa-masa remaja. Setiap orang punya gaya pacaran masing-masing, tapi tentu kita harus inget batasan-batasan. Kita harus belajar menjadi orang yang tau diri... ada beberapa hal (yang gue tidak mengerti karena gue tidak pernah merasakannya) yang perlu disepakati bersamaaaa... ada hal yang kayaknya harus diketahui tanpa dibilang.

Setiap anak muda punya tujuan hidup masing-masing. Kalau kalian pengen prioritas hidup kalian ini mencari pacar, tidak salah. Karena yeah, kita memang diciptakan untuk berpasang-pasangan, untuk kelaknya menikah , mempunyai keturunan, dan menghabiskan waktu tua bersama.
Namun, jangan menjadi anak muda yang tampak mengenaskan dan menyedihkan karena hidupnya cuma dibuat mengejar cinta. Lebih baik diisi sama hal yang positif. Yang bisa memperindah masa depan kita kelak.
Belajar kek, kembangin ketrampilan yang kita punya kek, atau aktif di Gereja mungkin. Ada banyak pilihan kok selain memusatkan pikiran ke pacaran. Jadi jangan bersedih yah sesama jones (JOmblo ngeNES), sekarang mungkin belom saatnya.


Merdeka

Salam Jomblo
Nuhtasahh

04 April 2014

The Reasons

5 Alasan Mengapa Gue Semangat Ke Sekolah

  1. Ngeliat "Dia" 
  2. Ngobrol sama Teman-teman
  3. Bisa Tiduran di kelas
  4. Mendapat ilmu pengetahuan baru
  5. Pulang pagi/ada kegiatan seru
Namanya juga masih SMA yah.... lagi masa-masa ngelirik sana-sini terus. Memang agak konyol kalau dilihat alasan utama gue semangat bangun pagi di pagi hari adalah... agar bisa melihat Dia. Wkwkwk. Tapi ini ampuh sekali. Rasanya maupun ada ulangan susah dan tugas seabrek, gue gak peduli. Yang penting masuk dan bisa lihat dia euy ;)
Bisa ngobrol sama temen juga adalah salah satu alasan penting. Apalagi hari itu pelajarannya lagi agak santai dan bisa ngobrol di pelajaran itu... rasanya surga sekali. Bisa ngobrol panjang lebar, curhat, dan segala macem sama temen. 
Tidur di kelas itu udah lumrah di kalangan pelajar. Itu adalah salah satu cara efektif untuk menyegarkan otak supaya gak jenuh. Kami para pelajar kan kurang tidur semua. Mana bisa tidur 9-10 jam kalo PR dan ulangan aja seabrek? Pulang pun juga sore. 
Yang terpenting dari sekolah tentu saja adalah menimba ilmu. Gue merasa otak gue terisi ketika ke sekolah, dan otak gue kepake gitu. Apalagi kalo habis belajar pelajaran mayor IPS gitu... seru sih jadi tahu sejarah bangsa kita, berbagai kosakata rumit, dan gue tahu juga tentang ekonomi sedikit-sedikit.

5 Alasan Gue Tak Lelah Menulis
  1. Supaya gue bisa menerbitkan buku
  2. Gue mau menginspirasi orang-orang
  3. Gue mau jadi penulis buku best-seller dan number #1 di New York Times atau yah setidaknya buku gue masuk di rak Buku Laris di Gramed :)
  4. Appear on The Ellen Show (or at least on Kick Andy:p)
  5. Bisa menghasilkan uang
Tujuan gue menulis pertama tentu saja supaya gue bisa menerbitkan sebuah buku karangan gue sendiri.  Rasanya pasti bakal bangga banget karena punya suatu karya yang bisa ditunjukkan ke orang lain. Buku yang bisa menginspirasi orang-orang dan gak bisa berhenti baca dari satu halaman ke halaman lain. Dan gue juga pengen buku gue itu laris dan buku gue bisa jadi worldwide best-seller book :) Dan amin-amin buku gue dijadikan film oleh Hollywood. Setelah itu gue bisa nongol di Ellen Show dan pada akhirnya gue bisa menghasilkan uang untuk membantu orangtua gue :))

5 Alasan Mengapa Liam Payne Itu Ganteng
  1. He's british
  2. Suaranya menggertakan kalbu
  3. Pas senyum ada kerut-kerut di matanya aduh...
  4. Badannya proporsional (tinggi dan berisi)
  5. HE'S A MEMBER OF THE HOTTEST BOYBAND IN THE WORLD
Ini agak random. Tapi memang itulah alasan mengapa Liam Payne itu ganteng. Percaya deh. Liam itu ganteng. Bagi gue sih dia #1 terganteng di 1D. LOVE LOVE

5 Alasan Mengapa Gue Betah di Jakarta
  1. Hampir seluruh hidup gue dihabiskan disini
  2. Pemandangan Malam Harinya yang wow banget (City of Lights :*)
  3. Banyak Cafe dan Restoran Enak
  4. Kota paling up-to-date di Indonesia yang paling mengalami banget globalisasi
  5. Selain banjir, jarang terjadi bencana alam...
Yeah, mengapa gue betah di Jakarta tentu saja karena hampir seluruh hidup gue dihabiskan di ibukota. Jika masa kecil kakak gue masih di kota kecil, gue udah di Jakarta sejak kecil. Gue udah kepengaruh banget sama perkotaan dan segala hiruk-piruk kota ini. Pengalaman-pengalaman di hidup gue semuanya tentu ada di Jakarta. Kota ini menyimpan banyak kenangan gue dari gue TK sampai sekarang. Plus gue beruntung tinggal di bagian Jakarta yang 'keren'. Dengan gedung-gedung tinggi, dan pas malem itu... lampu-lampu gedung itu nyala.. keren banget. 11 12 deh sama New York. 
Ditambah gue yang penggemar makanan, dan suka kuliner cafe, di Jakarta ada ratusan tempat keren, lucu, dan gaul untuk didatangi. Dan gue harus akui, karena kepengaruh globalisasi dan menjalankan gaya hidup hedonisme dan konsumerisme, apa sih yang gak ada di mal Jakarta? Walau brand luar negeri gak lengkap-lengkap banget, tapi sangat jauhhh lebihh mending dibanding di kota lain di Indonesia. So I'm lucky enough to move in here. Dan terakhir, gue menilai Indonesia termasuk aman dari bencana alam seperti tsunami, gempa bumi yang kencang, atau gunung meletus. Well, palingan Jakarta kena banjir tahunan mulu.

5 Alasan Gue Pengen Masuk ke Dunia Harry Potter
  1. Bisa pake berbagai mantra sihir yang bermanfaat 
  2. Pengen punya sekolah kayak Hogwarts
  3. Pengen nyoba sekolah asrama
  4. Pengen nyoba terbang pake sapu
  5. Pelajaran di Hogwarts anti-mainstream semua
Accio adalah mantra yang pengen banget gue coba. Accio sendiri adalah mantra panggil untuk manggil benda-benda gitu deh. Sekali mengayunkan tongkat sihir, maka barang itu akan datang ke kita. Ini sangat berguna buat orang yang ceroboh dengan barangnya sendiri kayak gue.
Selain itu ada juga mantra buat mancungin hidung. Well... gue bersyukur masih punya idung minimalis yang irit oksigen ini, tapi yah.. begitulah. 
Dan masih ada mantra-mantra rumit tapi seru juga kalo ada di dunia nyata. Meski kita gak boleh percaya sama sihir dan ilmu gelap! We have an awesome God!
Terus gue pengen banget punya gedung sekolah berupa kastil kayak Hogwarts. Selain pengen nyoba terbang pake sapu, gue juga pengen bisa apparate & disapparate. Kan gue bisa pergi ke London dalam sekejap tanpa perlu naik pesawat :')
Ramalan, Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, Transfigurasi, Mantra, Sejarah Sihir, Ramuan, Herbologi, dll adalah mata pelajaran yang gak pernah gue denger seumur hidup gue.

10 March 2014

What Kind of Guys Do I Attract?

Welllll, kalau hati lagi berbunga-bunga rasanya seru banget yah bahas mengenai cowok. Yeah, cowok itu emang #1 topik yang paling seru dibicarakan buat seorang cewek. Dan gue akui emang gak ada habisnya bagi seorang cowok kalau membahas tentang cowok ideal-nya.

Kalo gue pribadi, melihat-lihat lagi ciri-ciri cowok yang pernah gue demen selama ini... kalo dari segi fisik, kayaknya gak ada yang menyerupai satu sama lain.
Gue mungkin akan tertarik dengan orang yang lebih tinggi dari gue, dan harusnya cowok emang lebih tinggi dari gue yang hanya 159cm :( Sesekali gue suka cowok berkulit putih-kecokelatan, kadang gue bisa juga suka cowok item. Gue pernah juga kok demen cowok diluar dari suku gue. Gue tidak rasis soal suku.
Gue pernah demen cowok yang berbadan besar, tapi gue juga pernah kok demen yang kurus... bahkan lebih kurus dari gue. Pernah juga demen yang agak bantet gitu.
Yang beda agama pun juga pernah. Walau yah beda tipis sih yah antara kristen dan katolik, tapi tetep aja. It's a different thing. Cuma suka doang, buat gue bukan jadi masalah besar kalo beda keyakinan. Asal kalo udah tau bakal jadi serius, lebih baik mundur. Bakal repot urusannya kalo udah terlanjur cinta, tetapi gak jadi kawin hanya karena beda agama. Dan menurut gue agak egois kalau salah satu mengalah dan mengganti agama demi orang lain... ah jadi ngelantur.

Jadi, dari segi fisik maupun sosial-budaya... gue gak punya tipe spesifik. Gue cukup fleksibel lah masalah dua segi ini. WALAU yeahhh, gue lebih suka cowok lebih gede dari gue *biarguegakminder*, terus gue suka yang rambutnya 'cem boyband berponi gitu, kalo enggak yang ala spike 'cem Edward Cullen. Gue juga suka cowok yang kalo senyum mukanya aneh. Emang gue aneh yah.

Yang mau gue lebih tekankan adalah tentang kepribadian, hobi, dan mungkin minat mereka. Hal-hal apa yang membuat gue jadi melirik cowok ini? Inilah jawabannya.


1. Introvert
Orang sering salah persepsi tentang istilah 'introvert'. Dan gue sendiri sempet salah tanggap. Orang introvert bukanlah orang yang anti-sosial yang kerjaannya cuma mojok di kelas, menunduk malu, dan menganggap orang-orang di sekelilingnya tidak ada. Bukan. Orang introvert adalah orang yang membutuhkan waktu lebih banyak untuk sendiri. Apa saja yang mereka lakukan? Gue sendiri termasuk orang introvert dan memang lebih merasa nyaman jika gue ini sendiri. Energi gue akan diisi setelah gue berada seharian di rumah melakukan hal gue sukai. Bisa membaca buku, menulis, atau dengerin lagu.
Orang introvert memang kelihatannya dingin, tertutup dan tidak ramah. Tetapi, mereka sebenernya sama ramahnya dengan orang-orang ekstrovert. Hanyaaa dia bersikap seperti ini hanya dengan orang-orang yang ia percaya, yang ia merasa nyaman, dan yang ia anggap sebagai teman.
Dan gue merasa memang ini tipe gue banget. Gue kurang suka ama cowok populer karena gue tau banyak yang demen (dan gue tau bakal susah bersaing di pasar). Gue juga gak suka cowok cerewet, walau gue harusnya lebih baik ama cowok cerewet supaya gue juga bisa ngomong, dan gue memang bakal mikir "WOAH cowok ini keren banget diem doang, baca buku, dengerin lagu sementara temen-temennya teriak-teriak gak jelas". Yeah gue memang aneh.

2. Suka Membaca
HHMM, gue bakal terkesima ngeliat cowok yang baca buku. Gue merasa agak takut sih kalau mereka baca novel teenlit. Maksud gue adalah buku yang kayak perang kek, sejarah, biologi, atau buku-buku yang gue suka. Gue bakal pingsan kalau sampe nemu cowok yang selera bukunya sama kayak gue. Dan gue bakal terpesona ngeliat cowok yang suka baca conan kayak gue :3
Menurut gue, cowok yang membaca buku itu seakan membuktikan bahwa mereka berilmu-pengetahuan. Gak cuma masalah fisik atau tampang, tapi otak mereka diisi juga. Ditambah, gue juga emangnya suka baca sih. Bakal asyik kan kalau gue baca bareng ama cowok itu?? hehehe

3. Bisa Main Musik
Gitar gue akuin adalah alat musik mainstream buat sebuah cowok. Kayaknya wajib banget yah hukum-nya seorang cowok bisa maen gitar. Gue gak bilang kalau gue gak suka cowok main gitar, hanya aja gue menganggap itu biasa. Gue memang lain daripada yang lain. Gue suka cowok ganteng bermain piano. Inget cowok ganteng. Wkwkwk. Gue juga bakal menghargai banget cowok yang bisa maen drum, karena gue bakal minta dia ajarin gue main drum lagi :( Gue pingin bisa main drum, hiks.
Gue lebih suka kalau tuh cowok pinter bikin lagu. Terus dia bikinin lagu deh buat gue.

4. Misterius
Gue suka dibikin terkejut. Biasanya kehidupan cowok itu memang lebih tertutup dibanding cewek. Agak susah menemukan informasi-informasi kalau bukan dari temen deketnya si cowok. Dan gue gak punya temen deket cowok jadi yah :( it's kinda hard. Gue bakal kaget banget kalau dia yang gue kira itu brandal, ternyata aslinya sensitif-pendiem gitu. Yang gue kira bego, ternyata rangking di kelas. Yang ternyata bego, tapi kuliah jurusan berat. Yang gue kira lemah tak berdaya, ternyata udah sabuk hitam karate. Well, memang jangan pernah underestimate cowok misterius. Gue suka aja ketika melihat cowok yang gue kira kayak temen-temennya berisik, bandel, dan suka bikin onar, tetapi kenyataannya dia malah milih sendirian baca buku atau ngobrol sama temennya seseorang. Atau ajaibnya. Dia BELAJAR. Woah, gue kagum bener-bener kagum ama cowok kayak gitu.

5. Bisa Olahraga
Well, walau gue lebih suka cowok bermain musik, gue emang gak bisa membohongi diri sendiri kalau cowok bisa olahraga itu attractive. Karena gue suka futsal, gue suka banget nget nget cowok yang bisa main bola. Apalagi udah rambutnya keren gitu, pake jersey, terus keringetan, nendang bola. Beuh.
Yah.... cowok main basket juga not bad sih. Tapi gue geli sendiri aja apalagi baju pemain basket kan buntung. #YouknowwhatImean.  Dan biasanya pemain basket keren itu pasangannya adalah si kapten cheerleader. *Kebanyakanbacanovel*.

6. Gentle
Siapa sih yang gak suka cowok gentle? Gue menghargai cowok yang suka mengalah ama cewek. Bukan karena gue suka menindas cowok, tetapi memang cowok yang benar-benar cowok itu harus menghormati seorang cewek!!! Hidup wanita!!! Terus gue juga suka tuh yang bertanggung-jawab dan bisa diandalkan. Bakal malesin banget kalo tuh cowok kayak lari dari tanggung jawab. Super-duper minus di mata gue. Dan gue kurang suka cowok yang terlalu kasar. Gue tau cowok pada dasarnya lebih kasar dari cewek. Tetapi kalo terlalu kasar, apalagi sama cewek pun dia gak bisa mengontrol, BAH, mati aja. Gue rasa gak cuma gue doang yang membenci cowok yang kasar ama cewek.
Bakal tambah keren banget, kalo tuh cowok ternyata tipe penurut gitu sama orangtuanya. Gue sendiri sih agak pemberontak. Tapi, gue suka ngeliat cowok yang menghormati orangtuanya. Tapi yah gak sampe manja banget gitu.


Selama ini, belum pernah sih gue 100% ketemu cowok yang sesuai di atas. Dan kalo dicari kayak gitu seratus persen rasanya bakal susah dan mungkin gak akan pernah ketemu. Ini sih hanya ciri-ciri yang bakal menarik mata gue. Gue gak mematok cowok yang gue suka harus kayak begini-begitu. Karena cinta itu datang... hmmm... tiba-tiba. Dan cinta itu kadang gak terprediksi. Bisa aja dulu dia hanya teman sekelas yang gak pernah lo ajak omong, tetapi ternyata di masa yang akan datang dia-lah cowok yang bikin lo klepek-klepek. Well, sekian. Pesan gue adalah... tidak masalah kalo kita punya selera tersendiri untuk seorang cowok, tetapi cinta yah begitu. Tidak beralasan jelas.

Love
Natasha
PS : Lagi nonton Man Who Came From The Star :3 aduh pacar gue ganteng banget. Andai guru gue kayak soo hyun. Andai gue punya rumah dengan perpustakaan kayak si do min joon. Andai aduh... kebanyakan berandai pun itu juga gak bakal jadi kenyataan yah :(